Ekobis  

Kabar Buruk, Tarif Penyeberangan Bakauheni-Merak Naik

Aktivitas angkutan kapal penyebrangan dari pelabuhan bakauheni-merak.

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Masyarakat agaknya harus bersiap kembali menerima kenyataan pahit, setelah pemerintah menaikan bahan bakar minyak (BBM).

Sebagai dampak kenaikan harga BBM, kini giliran Kementeri Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) menaikan tarif penyebrangan dari pelabuhan bakauheni-merak atau sebaliknya mengalami kenaikan.

Keputusan tersebut tertuang tertuang dalam surat Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 61 Tahun 2023 tentang Tarif Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi Lintas Antarprovinsi dan Lintas Antarnegara.

Humas ASDP Bakauheni, Syaiful Harahap membenarkan adanya penyesuaian penyesuaian tarif angkutan di pelabuhan Bakauheni-Merak.

“Bukan Kenaikan tarif, tapi penyesuain tarif. Keputusan penyesuaian tarif itu berlaku pada 3 Agustus 2023 untuk 29 lintasan yang berada dibawah naungan ASDP Indonesia Ferry,” ungkap Syaiful, Minggu (23/7/2023).

Selain lintasan Merak-Bakauheni, sambung Syaiful, ada 29 lintasan penyeberangan yang mengalami penyesuaian tarif, diantaranya Ketapang-Lembar, Jangkar-Lembar, Jangkar-Kupang, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar.

Kemudian, Surabaya-Lembar, Kendal-Kumai, Sape-Waikelo, Sape-Labuan Bajo, Sape-Waingapu, Tanjung Api Api-Tanjung Kalian, Batam-Kuala Tungkal, Batam-Mengkapan, Batam-Sei Selari, Karimun-Mengkapan, Karimun-Sei Selari.

Selanjutnya, Mengkapan-Tanjung Pinang, Dumai-Malaka, Dabo-Kuala Tungkal, Bajoe-Kolaka, Balikpapan-Taipa, Balikpapan-Mamuju, Bitung-Ternate, Bira-Sikeli, Bitung-Tobelo, Pagimana-Gorontalo, Siwa-Lasusua, dan Batulicin – Garongkong.

Dia menjelaskan, penyesuaian besaran tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi ini, untuk meningkatkan pelayanan angkutan penyeberangan, keselamatan dan keamanan pelayaran, kelangsungan industri angkutan penyeberangan dan juga peningkatan daya saing dengan moda lain.

“Adanya penyesuaian tarif ini, kami terus mengupayakan untuk terus memberikan¬† pelayanan dengan memprioritaskan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa,” ucapnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor sehingga tarif tersebut disesuaikan, diantaranya kenaikan biaya bahan bakar minyak (BBM), kenaikan Upah Minimum Kota (UMK), inflasi, serta kenaikan kurs dollar yang berdampak pada biaya perawatan dan perbaikan kapal.

“Komponen-komponen ini, berdampak pada peningkatan biaya layanan penyeberangan kapal, termasuk yang dikelola ASDP. Komponen energi salah satunya berkontribusi cukup dominan yakni sekitar 40-50 % terhadap biaya operasional,” Ujarnya.

Besaran penyesuaian tarif angkutan secara nasional hingga sebesar 5 persen. Sedangkan, penerapan tarif terpadu lintas Merak-Bakauheni sebagai lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia, sebesar 5,26%.

Untuk pejalan kaki mengalami penyesuaian dari Rp 21.600 menjadi Rp 22.700, sedangkan untuk sepeda motor dari Rp 58.550 menjadi Rp 60.600.

Adapun tarif terpadu untuk golongan kendaraan sebagai berikut :

  • Golongan IV A yang semula Rp 457.700 menjadi Rp 481.800,
  • Golongan IV B dari Rp 425.250 menjadi Rp 447.800.
  • Golongan V A yang semula Rp 916.250 menjadi Rp 963.800,
  • Golongan V B berubah dari Rp 792.750 menjadi Rp 835.300,
  • Golongan VI A dari Rp 1.516.500 menjadi Rp 1.594.800,
  • Golongan VI B dari Rp 1.220.000 menjadi Rp 1.285.200,
  • Golongan VII dari Rp 1.761.500 menjadi Rp 1.860.400.
  • Golongan VIII dari Rp 2.320.500 menjadi Rp 2.452.400.
  • Golongan IX dari Rp 3.546.500 menjadi Rp 3.755.000.

Demikian penyesuaian tarif kapal pelabuhan bakauheni-merak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!