Kakek di Jombang Ditemukan Tewas Gantung Diri di Bekas Kandang Kambing

Seorang kakek bernama Kusen yang tewas gantung diri dibekas kandang kambing di Dusun / Desa Sumberagung, Jombang. Kamis (9/6/2022).

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Seorang kakek bernama Kusen (74) di Jombang Jawa timur, ditemukan tewas santung diri di belakang rumahnya di Dusun / Desa Sumberagung Kecamatan Perak Kabupate Jombang. Kamis (9/6/2022) sekitar pukul 05.30 WIB.

Sebelumnya, korban sempat mengeluhkan sakit sakit stroke dan jantung yang tidak kunjung.

Kapolsek Perak, Jombang, AKP Dwi Retno Suharti Kapolsek Perak, Jombang, AKP Dwi Retno Suharti mengtakan kejadian ini pertama kali diketahui Rukiyati (59) yang tinggal serumah dengan Kusen.

“Kejadian bermula pada hari Kamis (9/6/2022) sekira pukul 04.30 WIB, Rukiyati mengetahui korban sudah tidak ada di kamar. Khawatir terjadi sesuatu hal, Rukiyati lalu memberitahu kepada anak korban Risal Harmoko (34) untuk mencari keberadaannya Kusen. Setelah dicarai, sekira pukul 05.30 WIB, Rizal menemukan korban meningaldunia dengan keadaan gantung diri dengan mengunakan sarung di bekas kandang kambing di belakang rumahnya.” Terang Retno. Kamis (9/6/2022).

Melihat Kusen tergantung tidak bernyawa, Sambung Retno, pihak keluarga pun terkejut, dan bergegas meminta pertolongan warga sekitar dan menghubungi kepala desa dan selanjutnya, peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Perak, Jombang.

“Setelah menerima laporan, kami bersama tim Inafis Polres Jombang dan petugas medis mendatangi lokasi kejadian. Jenazah korban lalu diturunkan petugas dan diperiksa. Dalam pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan. Jadi dugan sementara Kusen eninggal dunia akibat gantung diri.” Ujarnya.

Retno menambahkan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban menderita sakit stroke dan jantung yang tidak kunjung sembuh sehingga diduga ia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Pihak keluarga korban menyadari kejadian tersebut adalah musibah dengan membuat surat pernyataan, serta memohon tidak dilakukan autopsi.” Pungkasnya. (Why)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!