godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , April 20 2021
Home / Investigasi / Kasus Kandang Bebek Bodong, Puluhan Pekerja PT SUR 3 Gruduk Rumah Kades Balongsari
Puluhan pekerja PT SUR 3 Desa Balongsari, saat gruduk rumah Kades Balongsari. Rabu petang (3/3/2021).

Kasus Kandang Bebek Bodong, Puluhan Pekerja PT SUR 3 Gruduk Rumah Kades Balongsari

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Sebanyak 31 karyawan atau pekerja PT Satwa Utama Raya 3 (PT SUR 3) yang berasal dari Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, geruduk rumah Kepala Desa setempat. Rabu (3/3/2021).

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kejelasan permasalahan pemilik kandang bebek milik Yusdianto, dengan pihak PT SUR 3. Karena semenjak ada kandang bebek, mereka tidak bekerja, sudah satu bulan belakangan ini mengangur.

“Semenjak ada kandang bebek milik Yusdianto, saudara Kades Balongsari. PT SUR 3 tidak berani mengisi kandang ayamnya sebelum kandang bebek tersebut di pindahkan karena takut dengan kesehatan ayamnya. Akibatnya kami sudah hampir satu bulan tidak bekerja. Oleh karena itulah hari ini kami beramai-ramai mendatangi rumah Kades Balongsari, untuk menanyakan kejelasan penyelesaian masalah PT SUR 3 dengan pemilik kandang bebek.” Kata Amanu, koordinator aksi. Rabu (3/3/2021) petang.

Puluhan pekerja PT SUR 3 Desa Balongsari, saat ditemui Kades Balongsari dikediamnya. Rabu petang (3/3/2021).

Menurut, Nurhadi, sebenarnya bangunan kadang bebek, tersebut diduga telah menyalahi aturankarena pihaknya belum mendapatkan izin menjalankan usahanya karena diduga salahi aturan Permentan nomer 40 tahun 2011 yang mengatur jarak antara peternakan pembibitan ayam ras lainnya dalam manajemen yang berbeda minimal 1.000 meter.

“Kami dengar-dengar meski diduga menyalahi aturan, pemilik kandang bebek, malah minta ganti rugi dengan pihak perusahaan (PT SUR 3). Jadi intinya kami minta kejelasan Kades Balongsari, terhadap penyelesaian antara pemilik kandang bebek dengan PT SUR 3, agar kami bisa bekerja lagi.” Kata Nurhadi.

Puluhan pekerja PT SUR 3, tersebut ditemui Kepala Desa,  yang dihadiri Yusdianto selaku pemilik kandang bebek dan juga dihadiri Bhabinkamtibmas.

Kades Balongsari Nurwachid dalam paparanya membantah pernyataan Perusahaan, menurutnya dari pihak pemilik kandang bebek tidak pernah minta ganti rugi melainkan di tanya oleh pihak perusahaan. Ia juga menjelaskan bahwa hari ini pihak pemilik kandang bebek menunggu jawaban dari perusahaan soal tindak lanjutnya.

“Pihak pemilik kandang bebek tidak ada kata-kata mintak ganti  Rp 127 juta. Dari pihak PT  tanya berapa habisnya untuk bangun kandang ini ? ya dijawab habis Rp 127 juta. Sehingga dimusyawarahkan oleh pak eko mintak waktu lagi untuk memberi keputusan itu. Tiga hari di celok, pak lurah terose ngene, pokphan (PT SUR 3) nek Rp 127 terlalu berat. Solusine mangke didamelaken kandang seng kapasitasi 10 ribu. Setelah iku mas sampai sekarang ditunggu-tunggu karo tim e iki dorong enek jawaban. (Tiga hari kemudian ada jawaban kalau Rp 127 juta pihak PT SUR  keberatan. Solusinya akan dibikinkan kandang yang kapasitas 10 ribu bebek. Setelah itu ditunggu tim ini belum ada jawaban).” Kata Kades.

Bangunan kandang bebek milik Yusdianto, yang disebut-sebut menghabiskan anggaran Rp 127 juta.

Ia menegaskan, tidak ada unsur meminta ganti rugi dari pemilik kandang bebek melainkan ditanya oleh pihak PT SUR jadi ia berharap persoalan ini jangan di plinter.

“Gini mas, iki lak ditakoni, enteke piro mas? telase  Rp 127 juta, mulai dari pembelian seng dan tenaga wes kuabeh. Sampai sekarang kita tunggu jawabanya. Tidak, pokphand tanya, diduduhno entek e sakmene. (Begini mas, ini kan ditanya, habisnya berapa  mas ? habis 127 juta, mulai dari pembelian seng dan tenaga semua). Jadi tidak mintak lo, jangan di plinter-plinter.” jelasnya.

Menangapi desakan puluhan pekerja PT SUR 3, pemilik kandang bebek Yusdianto dan tim mengaku, bahwa sampai hari ini pihaknya menunggu jawaban dari pihak perusahaan. Yang menurutnya sampai hari ini dirinya di gantung oleh pihak perusahaan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Kami menunggu keputusan kono. Aku ki di gantung sebetulnya suruh menunggu tapi tidak ada batas waktunya sampai kapan. Padahal kita bulan depan sudah jadi dan keluar DOC,” Kata Yusdianto.

Ditempat terpisah PJA PT. SUR 3 Eko mengatakan, pemilik kandang bebek meminta ganti rugi kepada pihak PT SUR 3 dengan nilai yang sangat besar, namun pihak PT tidak menyetujuinya.

“Pemilik kandang bebek pak Yusdianto dan kawan-kawan itu memang menyampaikan permintaan ganti rugi dan sudah kami sampaikan ke pimpinan. Karena nilainya itu terlalu tinggi akhirnya tidak disetujui,” Kata Eko.

Nilai ganti rugi yang diminta, lanjut Eko, 127 Juta dengan dalih sebagai ganti rugi modal pembangunan kandang. Padahal, pihak PT sudah siap memindahkan kandang sesuai yang dimau pemilik kandang bebek.

“Akhirnya ada opsi bagaimana kalau kita pindahkan kandangnya, namun pak yus tidak berkenan. Waktu menyampaikan nilai ganti rugi di suatu tempat, Nilai yang diminta ? 127 juta mereka berdalih pengganti modal.” Jelas Eko.

Eko menegaskan, pada saat proses pembangunan kandang bebek pihak PT SUR 3 tidak diberitahu PT SUR 3. Sekarang perizinan kandang bebek terbentur peraturan, pihak pemilik kandang bebek malah meminta ganti rugi ke PT SUR 3.

Eko menambahkan, nilai ganti rugi yang diajukan Rp 127 juta terlalu tinggi. Akhirnya pihak perusahaan menawarkan kita pindahkan kandangnya dan kita buatkan kandang baru. Tapi pemilik kandang malah minta dibuatkan jalan dan diberi pemasangan lampu jalan. “Permintaan sudah kita sampaikan ke kantor pusat. Namun kantor pusat, tidak sanggup. Dan akhirnya memutuskan hanya akan membantu biaya pembongkaran dan pengangkutan kandang saja.”  Tegas Eko.

Saat proses pembangunan tidak ada pemberitahuan ke pihak kami PT SUR 3, tapi sekarang mintak ganti rugi ke PT SUR. Apalagi nilai ganti rugi yang diajukan tidak masuk akal, karena kita kan juga mempunyai dasar perhitungan, bambu berapa, seng berapa, kan  seperti itu. Ujarnya.

Menurut, Suhardi, bagian pembangunan kandang PT SUR 3, ia mengatakan PT SUR Keberatan, untuk memberi ganti rugi Rp 127 juta. Memang wajar. Karena dari hitungan saya untuk membangun kandang tersebut, tidak menghabiskan anggaran sebanyak Rp 127 juta.

“Oleh karena itu PT menawarakan untuk membuatkan kandang baru, yang kapasitas 10 ribu ekor bebek. Tapi dari pemilik kandang bebek, minta dibangunkan jalan dan dipasangkan lampu jalan. Setelah diajukan dikantor pusat PT SUR 3 keberatan, dan merasa dikerjain, dimanfaatkan. Akhirnya PT SUR memutuskan hanya akan membantu biaya pembongkaran, dan biaya pengangkutan saja.” Ujarnya. (Rin)

Check Also

PT Bangun Perkasa Adhitama sentra Jombang, Didemo Warga

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Puluhan warga yang berasal dari tiga desa, yakni, Desa Manduro, Desa Pengampon, dan Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!