Akibat pola tanam padi yang dipaksakan dari 2 kali menjadi 3 kali dalam setahun, kualitas kesuburan tanah di Desa Pojokkulon merosot drastis. Dampaknya, hasil panen padi milik petani lokal anjlok hingga lebih dari separuh dari biasanya.
JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kabar kurang menggembirakan datang dari sektor pertanian di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Para petani padi di Desa Pojokkulon, Kecamatan Kesamben, mengeluhkan hasil panen mereka yang mengalami penurunan drastis pada musim kali ini.
Penurunan ini terbilang sangat tajam dibandingkan dengan capaian pada musim-musim sebelumnya. Biasanya, dari luasan lahan 1 boto (satuan luas lahan lokal), petani setempat mampu memanen padi hingga sekitar 1,2 ton. Namun saat ini, produktivitasnya merosot jauh di mana lahan 1 boto hanya mampu menghasilkan kisaran 3 hingga 4 kuintal saja.
Hesen, salah seorang petani padi di Desa Pojokkulon, membeberkan bahwa biang keladi dari merosotnya hasil panen ini adalah dipaksanya pola tanam padi yang terlalu intensif. Demi mengejar target produksi, sistem tanam padi di wilayah tersebut digenjot habis-habisan dari yang biasanya hanya 2 kali tanam dalam setahun, kini dipaksa menjadi 3 kali tanam dalam setahun.
“Kondisi tanah sekarang seolah tidak diberi waktu untuk beristirahat sama sekali. Karena terus-menerus dikejar untuk ditanami sampai tiga kali setahun, kualitas kesuburan tanahnya menurun drastis. Akibatnya, tanaman padi tidak bisa tumbuh maksimal dan hasil panennya anjlok parah,” keluh Husen saat ditemui di area persawahannya.
Pola tanam yang dipaksakan tanpa jeda ini terbukti membuat unsur hara di dalam tanah terkuras habis tanpa ada waktu pemulihan alami. Alih-alih meraup untung besar karena frekuensi panen yang bertambah sering, para petani di Desa Pojokkulon kini justru harus gigit jari karena volume gabah yang didapat tidak sebanding dengan modal operasional yang dikeluarkan.
Kondisi ini memicu harapan besar dari para petani agar pihak dinas terkait atau penyuluh pertanian lapangan (PPL) segera turun tangan ke desa mereka. Warga berharap ada solusi konkret berupa pendampingan pemulihan unsur hara tanah menggunakan pupuk organik, maupun evaluasi pola tanam agar tanah di Desa Pojokkulon bisa kembali subur dan produktif seperti sedia kala. ***
Pewarta : WAHYU










