Sentra kerajinan di Desa Plumbon Gambang, dikenal unik karena memanfaatkan limbah pecahan kaca daur ulang. Melalui keahlian tangan para perajin, bahan tersebut dibakar dan dibentuk ulang menjadi butiran manik-manik kaca bernilai seni tinggi.
JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Produk kerajinan manik-manik kaca asal Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, sukses menembus pasar internasional. Keberhasilan ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur, Arumi Bachsin, saat menghadiri rangkaian acara di Jombang. Ia mengaku bangga atas pencapaian kriya lokal yang mampu bersaing di pasar global.
“Kita tahu Jawa Timur kaya akan manik-maniknya, dan ternyata salah satu sentra terbesarnya ada di Plumbon, Gudo, Jombang,” ujar Arumi Bachsin, di Jombang, Selasa (20/10/2026)
Sebagai bentuk dukungan nyata agar kerajinan ini terus naik kelas, Arumi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Menurut istri Emil Dardak ini, para perajin lokal tidak boleh berjalan sendiri. Mereka perlu bersinergi dengan para desainer profesional, ahli mode, serta pakar pemasaran digital agar produk yang dihasilkan tetap relevan dengan selera konsumen modern tanpa kehilangan ruh tradisionalnya.
“Kunci utama agar bisnis kriya ini terus survive dan berkembang adalah kolaborasi. Kerja sama antara perajin dengan desainer serta ahli marketing akan menciptakan produk yang jauh lebih berkualitas, memiliki daya saing tinggi, dan sistem pemasaran yang jauh lebih bagus,” lanjutnya.
Sentra kerajinan di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Jombang dikenal unik karena memanfaatkan limbah pecahan kaca daur ulang. Melalui keahlian tangan para perajin, bahan tersebut dibakar dan dibentuk ulang menjadi butiran manik-manik kaca bernilai seni tinggi.
Saat ini, manik-manik Gudo tidak hanya dipasarkan secara domestik, melainkan telah melanglang buana hingga ke sejumlah negara di Asia Tenggara, beberapa negara di benua Afrika, hingga menembus pasar Amerika Serikat. Diversifikasi produknya pun terus berkembang, mulai dari perhiasan kalung, gelang, aksesoris fesyen, hingga elemen dekorasi interior mewah.
Senada dengan Arumi, Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, menyampaikan bahwa pengenalan produk secara masif sangat penting agar warisan kriya ini semakin dikenal luas. Dalam kesempatan tersebut, manik-manik Gudo bahkan dijadikan sebagai welcome gift resmi untuk menyambut para tamu tingkat provinsi.
“Kita memiliki produk yang sangat bagus dan punya ciri khas kuat, tetapi tantangannya adalah belum semua orang tahu dari mana asalnya. Melalui promosi dan kolaborasi seperti ini, kami ingin manik-manik Gudo semakin dikenal sebagai karya asli perajin Jombang yang layak dibanggakan di panggung dunia,” pungkas Yuliati.***
Pewarta: RURIN










