godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , April 11 2021
Home / Nasional / Cawabup OKU Johan Anwar Ditangkap KPK Terkait Kasus Tanah Kuburan
Calon Wakil Bupati OKU Johan Anwa (tengah) digelandang petugas KPK

Cawabup OKU Johan Anwar Ditangkap KPK Terkait Kasus Tanah Kuburan

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Calon Bupati dan Wakil Bupati (Wabub) Ogan komering Ulu (OKU) Kuryana Aziz-Johan Anwar, yang menang melawan kotak kosong berdasarkan hasil hitung sementara. Namun, belum sempat menjadi Wabub Johan Anwar malah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran teseret kasus dugaan korupsi tanah kuburan.

Johan ditahan untuk 20 hari kedepan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan tanah kuburan (Tempat Pemakaman Umum/TPU) 2013. Diketahui, pada Pilkada Serentak 2020 di OKU, Johan Anuar menjadi Cawabup berpasangan dengan Kuryana Aziz. Keduanya merupakan petahana yang diusung banyak partai melawan kotak kosong.

KPK dalam pernyataan resmi mengatakan, Kamis (10/12/2020) dilaksanakan penyerahan tersangka Johan Anuar dan barang bukti dari tim penyidik kepada Tim JPU KPK.  “Tersangka JA dilakukan penahanan selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 10 sampai dengan 29 Desember 2020 di Rutan Polres Jakarta Pusat,” Kata Plt Juru Bicara (Jubir)  KPK Ali Fikri dalam rilis kepada media, Kamis (10/12/2020).

Perkara ini adalah salah satu bentuk koordinasi dan supervisi KPK bersama dengan Polda Sumsel. Sebelumnya 24 Juli 2020, perkara dimaksud telah diambil alih penanganannya dari Polda Sumsel oleh KPK.

Sebelumnya JA telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumsel dengan sangkaan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. 

Diketahui, JA  yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten OKU sejak tahun 2012 telah menyiapkan lahan yang akan ditawarkan ke Pemkab OKU. Lahan itu untuk kebutuhan TPU dengan menugaskan Nazirman dan Hidirman untuk membeli lahan dari berbagai pemilik tanah dan nantinya tanah-tanah tersebut diatasnamakan Hidirman. 

JA juga diduga telah mentransfer uang sebesar Rp 1 miliar kepada Nazirman sebagai cicilan transaksi jual beli tanah untuk merekayasa peralihan hak atas tanah tersebut sehingga nantinya harga NJOP-nya yang digunakan adalah harga tertinggi.

Untuk melancarkan proses tersebut, JA menugaskan Wibisono selaku Kadinsosnakertrans OKU menandatangani proposal kebutuhan tanah TPU untuk diusulkan ke APBD tahun 2013. Di tahun yang sama, JA mengusulkan anggaran TPU yang memang tidak dianggarkan sebelumnya.

Selain itu, JA diduga aktif melakukan survey langsung ke lokasi TPU dan menyiapkan semua keperluan pembelian dan pembebasan lahan dengan perantara Hidirman (orang kepercayaan JA).

Dalam proses pembayarannya tanah TPU tersebut senilai Rp 5,7 miliar menggunakan rekening atas nama Hidirman atas perintah JA. Proses pengadaan tanah TPU tersebut sejak perencanaan sampai penyerahan hasil pengadaan tidak sesuai dengan ketentuan. Berdasarkan audit BPK, diduga telah terjadi kerugian keuangan negara senilai Rp 5,7 miliar. (jn)

Check Also

Mengintip Kekayaan Bupati Bandung Barat AA Umbara Tersangka Korupsi Bansos Covid-19

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi menetapkan Bupati Bandung Barat AA Umbara Sutisna …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!