Nasional

Presiden Gerakan Oposisi Desak Presiden Prabowo Pimpin ‘Revolusi Modern’ Untuk Benahi Negara

×

Presiden Gerakan Oposisi Desak Presiden Prabowo Pimpin ‘Revolusi Modern’ Untuk Benahi Negara

Sebarkan artikel ini
FOTO: Presiden Gerakan Oposisi, Syukur Mandar.

Revolusi Modern yang dimaksud adalah revolusi kebijakan, pembersihan sistem birokrasi, dan penegakan hukum secara total. Gerakan ini bertumpu pada kesadaran kolektif untuk meluruskan kembali cita-cita kemerdekaan Indonesia dan mengimplementasikan secara murni Pasal 33 UUD 1945 terkait kedaulatan ekonomi rakyat.

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Presiden Gerakan Oposisi, Syukur Mandar, menilai Indonesia saat ini memerlukan langkah besar berupa “Revolusi Modern” untuk memperbaiki kondisi bangsa di berbagai sektor. Syukur menegaskan bahwa gerakan perubahan radikal ini harus dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto demi mengembalikan arah kebijakan negara yang berpihak pada rakyat.

Hal tersebut disampaikan Syukur Mandar saat menjadi narasumber dalam program To The Point Aja yang ditayangkan di kanal YouTube SINDOnews.

Dalam penjelasannya, Syukur meluruskan bahwa istilah “revolusi” yang ia gaungkan bukanlah sebuah gerakan massa yang memicu kekacauan fisik, anarki, apalagi pertumpahan darah.

“Kenapa kita tidak bicara revolusi modern?” ujar Syukur dalam tayangan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa ‘Revolusi Modern’ yang dimaksud adalah revolusi kebijakan, pembersihan sistem birokrasi, dan penegakan hukum secara total. Gerakan ini bertumpu pada kesadaran kolektif untuk meluruskan kembali cita-cita kemerdekaan Indonesia dan mengimplementasikan secara murni Pasal 33 UUD 1945 terkait kedaulatan ekonomi rakyat.

Menurut Syukur, Presiden Prabowo Subianto memiliki modal politik yang sangat kuat untuk mengeksekusi revolusi modern ini. Prabowo dinilai memegang legitimasi penuh karena dipilih langsung oleh rakyat, menjabat sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, serta memimpin koalisi besar yang menguasai mayoritas di parlemen.

Lebih lanjut, Syukur memaparkan bahwa langkah konkret untuk memulai revolusi modern ini adalah dengan melakukan perombakan total pada kabinet pemerintahan (cabinet reshuffle). Ia mengkritik keras komposisi menteri saat ini yang dinilainya justru menjadi beban bagi presiden dan dipenuhi oleh pemburu kepentingan pribadi.

Syukur menegaskan, gerakan oposisi yang dipimpinnya sama sekali tidak berniat untuk menjatuhkan atau memakzulkan Presiden Prabowo di tengah jalan.

Sebaliknya, gerakan ini mendesak presiden Prabowo mengangkat kepala agar berani menggunakan kekuasaan konstitusionalnya untuk membersihkan lingkungan istana dari figur-figur yang tidak kompeten, memberantas korupsi secara nyata, dan menghentikan kebijakan yang menyengsarakan masyarakat sebelum gelombang kemarahan publik memuncak akibat memburuknya situasi ekonomi dan penegakan hukum. ***

Editor: BUDI.W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!