JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Bupati Jombang, Warsubi, secara resmi membuka kegiatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Jam’iyyatul Qurra’ Wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Tahun 2026. Agenda berskala nasional yang digelar untuk menyemarakkan Muktamar NU ke-35 ini bertempat di Pesantren Madinatul Qur’an, Dusun Bulak, Desa Mojokrapak, Kabupaten Jombang, pada Minggu (30/8/2026).
Acara yang mengusung tema “Konsolidasi untuk Kebangkitan dan Kemajuan Jam’iyyah” ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, dan Pengurus Cabang JQH NU dari berbagai daerah di Indonesia, para ulama, pengasuh pesantren, serta jajaran Kepala OPD di lingkup Pemkab Jombang.
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi, Ia menekankan pentingnya penguatan kaderisasi yang berkelanjutan di tubuh JQH NU.
“Di tengah tantangan era digital, keaslian dan kedalaman sanad keilmuan Al-Qur’an harus tetap dijaga ketat agar tidak tergerus oleh kemudahan informasi instan di media sosial. JQH NU diharapkan terus konsisten melahirkan generasi muda yang tidak hanya hafal secara tekstual, tetapi juga memiliki transmisi keilmuan yang sahih hingga Rasulullah SAW.” Ujarnya.
Beliau juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas dipilihnya Kabupaten Jombang sebagai tuan rumah forum silaturahmi para penghafal dan pembaca Al-Qur’an tingkat nasional ini.
“Kehadiran para ulama dan ahli Al-Qur’an dinilai membawa keberkahan dan energi positif bagi kemajuan wilayah Jombang.” Ungkap Bupati Warsubi.
Melalui momentum Silatnas ini, ia berharap terjalin konsolidasi yang kuat untuk merumuskan program kerja strategis demi kemajuan umat, sekaligus memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan komitmen kebangsaan.
“Kami berharap Silatnas ini menghasilkan gagasan-gagasan produktif yang membawa manfaat nyata bagi pengembangan pembinaan Al-Qur’an serta mempererat silaturahmi antar-kader JQH NU di seluruh Indonesia, membawa keberkahan untuk Jombang,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Jam’iyyatul Qurra’ Wal-HuffazhNahdlatul Ulama (JQH NU) merupakan badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang mewadahi para qori (pembaca) dan hafizh (penghafal) Al-Qur’an, dengan fokus utama pada syiar, pendidikan, dan pemeliharaan kesucian Al-Qur’an di Indonesia. ***
Pewarta : RURIN










