Polisi menduga aksi penikaman itu dipicu dendam lama terkait persoalan keluarga dan hak bertemu anak setelah pelaku bercerai dengan istrinya.
BANDUNG, NusantaraPosOnline.Com-Seorang wanita bernama Nanda Tritami Raina (26) tewas ditikam mantan kakak iparnya seorang pria beinisial CMM (30) di Kota Bandung Jawa barat.
Peristiwa berdarah ini terjadi pada Sabtu malam (9/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, di kawasan Jalan Sekelimus Tengah RT 03 RW 06, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Sabtu, 9 Mei 2026 malam.
Polisi menduga aksi penikaman itu dipicu dendam lama terkait persoalan keluarga dan hak bertemu anak setelah pelaku bercerai dengan istrinya.
Kapolsek Bandung Kidul Kompol Sulardjo mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.16 WIB. Pelaku diketahui datang ke lokasi untuk mencari anak dan mantan istrinya.
“Niat mencari anak dan istri, namun setelah sampai di lokasi ternyata tidak ada,” kata Sulardjo saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (10/5/2026).
Menurut dia, saat berada di sekitar lokasi, pelaku terlibat cekcok dengan korban. Korban disebut sempat menabrak pelaku menggunakan mobil.
Setelah itu, korban turun dari kendaraan dan pelaku menghampirinya. Korban lalu disebut menendang pelaku sambil meminta pertolongan warga. Pelaku yang emosi kemudian menikam korban menggunakan pisau dapur beberapa kali di bagian dada.
“Tiba-tiba pelaku langsung menusuk korban menggunakan pisau dapur sebanyak 4 sampai 5 kali di bagian dada,” ujar Sulardjo.
Usai melakukan penikaman, pelaku langsung diamankan oleh Bhabinkamtibmas bersama warga sekitar. Sementara korban sempat dilarikan ke RS Pindad menggunakan ambulans, namun nyawanya tidak tertolong.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau dapur yang digunakan pelaku saat melakukan penikaman.
Sulardjo mengatakan, pelaku merupakan mantan kakak ipar korban sebelum bercerai dengan kakak korban. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku sakit hati karena merasa dipersulit bertemu anaknya.
“Korban ini dulu sering ikut campur urusan keluarga,” ujarnya. “Pengakuannya (pelaku) akses untuk menemui anak dipersulit sama korban, akhirnya dendam,” tambahnya.
Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk dugaan bahwa aksi penikaman sudah direncanakan sebelumnya. “(Diduga) sudah direncanakan, kita masih dalami,” pungkasnya. ***
Pewarta : ENY DEWI










