Setnov Mangkir Lagi Dari Panggilan KPK

Ketua DPR RI Setya Novanto Dipanggil KPK.jpg
Ketua DPR Setya Novanto (Ketua umum partai Golkar)

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) terkait kasus dugaan korupsi e-KTP, hari Senin, 6 November 2017.

Tapi sayangnya Setnov kembali mangkir, tidak hadir memenuhi panggilan KPK, dengan dalih KPK belum meminta izin dari Presiden Joko Widodo.

Ini merupakan yang kedua kalinya Novanto mangkir pemeriksaan saksi di KPK terkait kasus yang menjerat Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, berdasarkan surat yang diterima dan ditandatangani pelaksana tugas Sekretaris Jenderal DPR RI, pemanggilan terhadap Setya Novanto harus mendapatkan izin tertulis dari Presiden Jokowi.

“Isi surat itu, menyampaikan lima poin yang yang intinya menyatakan Setya Novanto tidak dapat memenuhi panggilan KPK sebagai saksi, karena menurut surat tersebut panggilan terhadap Setya Novanto harus dengan izin tertulis dari Presiden RI,” papa Febri kepada awak media, Senin (6/11/2017).

Febri menjelaskan, surat dimaksud diterima oleh KPK pagi tadi dari Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR.

Menurut aturan pemanggilan anggota DPR oleh lembaga penegak hukum, sebelumnya sudah dapat putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau lazim disebut UU MD3. Aturan ini berada di dalam Pasal 245 ayat (1) (1) dan Pasal 224 ayat (5) UU No. 17 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).

Tapi putusan MK tersebut terus menuai kontroversi, karena putusan MK tersebut hanya mengecualikan anggota DPR yang berstatus tersangka. Sedangkan pemanggilan oleh KPK berdasarkan UU khusus, yakni UU KPK dan UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!