godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Sabtu , Juli 20 2019
Home / Daerah / Sungai Penuh Sampah, Palembang Terancam Krisis Air Bersih
Sungai tawar anak sungai musi yang jadi lautan sampah.

Sungai Penuh Sampah, Palembang Terancam Krisis Air Bersih

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Masyarakat diSumatera Selatan (Sumsel), terutama Kota Palembang, terancam krisis pasokan air bersih dari aliran Sungai Musi. Penyebabnya, lautan sampah yang menggenang di anak Sungai Musi membuat kualitas air bersih semakin menurun.

Yeni, warga Kelurahan 29 Ilir Palembang mengatakan, banyak warga yang sengaja membuang sampah di aliran Sungai Tawar 1 Palembang setiap sore.

“Kebanyakan mereka berasal dari pasar tradisional di dekat sini, ada juga yang warga dari kampung lain. Padahal dulu sudah dibersihkan petugas dari Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang, tapi beberapa hari kemudian masih saja menggenang sampah,” Kata seperti, kepada awak media. Minggu (24/3).

Terkait hal tersebut Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, air Sungai Musi tidak akan bisa selamanya menjadi sumber baku air bersih ke masyarakat.

“Kalau masyarakat Palembang percaya Sungai Musi bisa selamanya memasok air bersih, itu salah besar. Jika tidak menjaganya, jangan percaya,” kata Harnojoyo.

Kualitas air bersih di Sungai Musi kini semakin terancam karena limbah sampah yang bertebaran. Terutama di anak Sungai Musi yang berada di pemukiman warga Palembang. Dari ratusan anak Sungai Musi di Palembang, kini hanya bersisa 95 anak Sungai Musi. Hal ini karena salah satunya tertutupnya aliran anak Sungai Musi dengan tumpukan sampah.

Pemerintah Kota Palembang mengajak warganya melakukan gotong royong untuk menjaga kelestarian anak Sungai Musi yang masih tersisa. Bahkan gerakan ini disahkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwako). Ini cara Harnojoyo mengedukasi warga tentang pentingnya kebersihan Sungai Musi.

“Kita juga sudah menyediakan sumber pasokan air baku baru bagi warga Palembang. Yaitu pembangunan embung seluas 100 hektar, yang berguna untuk pengendali air,” katanya.

Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Kementerian LHK Ida Bagus Putra Pratama, ia mengaku tidak ingin terjadi krisis air bersih di wilayahnya.

“Untuk mencegah air menjadi petaka, kita harus melakukan pembenahan di hulu dan hilir daerah aliran sungai,” ujarnya.

DAS di Sungai Musi masuk dalam zona kritis dan harus diintervensi. Terlebih kesalahan tata ruang dapat berdampak buruk pada pasokan sumber air bersih dari Sungai Musi.

Beberapa anak Sungai Musi sudah tercemar tumpukan sampah. Misalnya sungai Tawar di Kelurahan 29 Ilir Palembang, Sungai Rengas, Sungai Tali Gawe dan Kampung Lorong Batu Ampar di Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, Sumsel. (jun)

Check Also

Calon Kades Jogorogo Nur Ekawati Menang Dengan Selisih 1.997 Suara

NGAWI, NusantaraPosOnline.Com-Perebutan suara pada Pilihan Kepala Desa (Pilkades) Jogorogo, Kecamatan Jogorogo, Ngawi, pada hari Sabtu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *