Pemerintah

Tak Kuat Tekanan Lapangan, 13 Petugas Sensus Ekonomi di Jombang Mundur

×

Tak Kuat Tekanan Lapangan, 13 Petugas Sensus Ekonomi di Jombang Mundur

Sebarkan artikel ini
FOTO : Kepala BPS Kabupaten Jombang, Mouna Sri Wahyuni.

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Jombang diwarnai aksi pengunduran diri oleh sejumlah petugas lapangan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang mengonfirmasi bahwa dari total 1.217 petugas yang dikerahkan, sebanyak 13 orang memilih untuk berhenti dari tugasnya.

Kepala BPS Kabupaten Jombang, Mouna Sri Wahyuni, membeberkan bahwa alasan utama mundurnya belasan petugas ini cukup beragam. Mayoritas dari mereka mengaku tidak kuat menghadapi beratnya tekanan kerja, target harian yang tinggi, serta adanya penolakan dari sebagian warga saat proses pendataan. Selain masalah mental dan beban kerja, beberapa petugas juga mundur karena sudah diterima bekerja di tempat lain.

Mouna merinci bahwa proses pengunduran diri ini terjadi dalam dua tahap. Sebanyak lima orang memilih mundur sesaat setelah masa pelatihan selesai dan belum sempat terjun ke lapangan. Sementara itu, delapan orang lainnya mengundurkan diri setelah sempat mencoba melakukan pendataan langsung di lapangan.

“Total petugas sensus yang mengundurkan diri ada 13 orang. Yang lima orang mundur setelah pelatihan, belum pernah ke lapangan. Sedangkan delapan orang sudah menjalankan tugas di lapangan,” jelas Mouna. Rabu (12/8/2026).

Meski kehilangan belasan personel di tengah jalan, BPS Jombang memastikan bahwa agenda Sensus Ekonomi 2026 ini akan tetap berjalan sesuai jadwal dan tidak mengganggu kualitas data yang dikumpulkan. Pihak BPS segera melakukan koordinasi internal untuk mengisi kekosongan posisi tersebut agar target pendataan selesai tepat waktu. ***

Pewarta : WAHYU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!