Selaian rehab gedung Posyandu, Pemdes Keplaksari juga membangun duiker (saluran air tertutup) sebanyak dua titik, yang dibiayai dari Dana Desa (DD) tahun 2025
JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pemerintah Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, merealisasikan sejumlah pembangunan fisik yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025.
Kepala Desa Keplaksari Agus Sudarto menjelaskan, bahwa proyek-proyek tersebut merupakan hasil musyawarah desa (Musdes) Desa Keplaksari. Anggaran Dana Desa untuk tiga proyek utama difokuskan pada infrastruktur lingkungan dan peningkatan fasilitas layanan kesehatan masyarakat.
“Tahun ini kami fokus membenahi infrastruktur dasar yang bermanfaat langsung untuk warga, seperti saluran air dan posyandu. Semua melalui proses perencanaan yang transparan dan melibatkan masyarakat,” ucap Agus. Rabu (16/07/2025).

Lanjutnya, tiga kegiatan pembangunan yang telah dan sedang berlangsung yakni : Pembangunan duiker (saluran air tertutup) di Dusun Keplak RT 01 RW 01 dengan anggaran sebesar Rp 29.533.150, pembangunan duiker di Dusun Keplak RT 07 RW 01 dengan alokasi dana Rp 25.533.750 rehabilitasi dan peningkatan gedung Posyandu di Dusun Pagotan dengan nilai anggaran Rp151.365.400.
“Pembangunan ini dilaksanakan secara swakelola, oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Keplaksari, mulai dikerjakan pada bulan Maret 2025, sekarang sudah rampung semuanya. Hasil pembangunan sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh warga,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan plat duiker sebagai jembatan bagi pejalan kaki atau kendaraan untuk menyeberangi saluran tersebut. Plat duiker juga berperan penting dalam sistem drainase, memastikan aliran air tetap lancar dan tidak merusak jalan atau lingkungan sekitar.

Sedangkan, rehab gedung posyandu merupakan upaya untuk meningkatkan kondisi fisik dan fasilitas Posyandu agar lebih baik dalam memberikan pelayanan kesehatan, terutama bagi ibu dan anak. Bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan mendukung kegiatan Posyandu.
“Kami berharap, seluruh pembangunan ini bisa meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup warga. Khususnya pembangunan duiker, semoga bisa mengatasi persoalan banjir atau genangan air saat musim hujan. Sedangkan untuk posyandu, kami ingin pelayanan kesehatan di Dusun Pagotan makin maksimal, terutama bagi ibu hamil, balita, dan lansia,” ujarnya.
Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Keplaksari Achmad Hamzah menuturkan, bahwa seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara swakelola dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan pemberdayaan masyarakat.

“Pekerjaan kami libatkan warga desa sendiri, jadi manfaat ekonominya juga kembali ke masyarakat. Kami pastikan kualitas tetap menjadi prioritas agar hasilnya bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” jelas Hamzah.
Ia menambahkan, pembangunan duiker di dua titik Dusun Keplak diharapkan bisa mengurangi risiko genangan air saat musim hujan. Sementara, rehab Posyandu di Dusun Pagotan ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan kelayakan pelayanan kesehatan ibu dan balita.
Pemerintah Desa Keplaksari berharap, dengan pembangunan yang tepat sasaran ini, kualitas hidup warga terus meningkat. Proses pengawasan juga terus dilakukan agar pekerjaan berjalan sesuai standar dan tepat waktu. ***
Pewarta : WAHYU










