JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Sebanyak 48 orang warga Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, terpaksa dilarikan ke Rumah sakit dan Puskesmas karena mengalami diare, mual dan muntah.
Mereka diduga keracunan, usai menyantap hidangan nasi kotak di acara hajatan tetangganya Puji Astutik, pada Rabu malam (11/5/2022) lalu.
Informasi yang dihimpun, pada Kamis (12/5/2022) pagi, warga sudah merasakan gejala mual, pusing dan muntah-muntah. Namun, mereka tidak pergi ke puskesmas atau rumah sakit, karena menganggap sakit biasa.
Baru setelah kondisinya semakin parah pada Jumat (13/5/2022) tengah malam, warga berbondong-bondong datang ke puskesmas setempat. Bahkan sebagian warga juga langsung di rujuk ke Rumah Sakit Sakinah dan RSUD Basuni Mojokerto karena kondisinya parah.
Menurut data dari Dinas Kesehatan, Kabupaten Jombang, korban berjumlah 48 orang. 9 korban masih rawat inap di Puskesmas Kesamben, 3 masih dirawat di Rumah Sakit Sakinah Mojokerto, 1 korban di RSUD RA Basuni Mojokerto, dan 35 di antaranya masih menjalani rawat jalan.
Mereka mengalami diare, mual hingga muntah seperti gejala keracunan. Hal itu terjadi beberapa saat setelah mereka memakan nasi kotak dari acara hajatan salah seorang tetangganya.
Saat dibawa ke puskesmas, kondisi mereka sudah lemas diduga kekurangan cairan. Karena itu petugas medis meminta mereka menjalani rawat inap. Para korban ini mayoritas adalah para ibu-ibu.
Atas kejadian ini Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dan Polsek Kesamben langsung turun tangan melakukan penyelidikan. Mereka mendatangi rumah Puji Astutik, yang mengelar hajatan, untuk mengambil sampel air dan makanan.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jombang Haryo Purwono mengtakan, bahwa pihaknya bersama pihak Polsek Kesameben langsung mendatangi rumah penyelengara hajatan di Desa Podoroto, untuk mengambil sampel air dan makanan.
“Namun di rumah tersebut, petugas kesulitan mendapatkan sampel sisa makanan yang bisa diamankan untuk diperiksakan ke laboratorium. Petugas hanya bisa mengamanakn sampel makanan berupa telur dan muntahan salah satu korban untuk diperiksa laboratorium.” Kata Haryo Purwono, Sabtu (14/5/2022).
Haryo menerangkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti, jenis makanan mana yang menyebabkan korban keracunan. “Kami belum belum dapat memastikan makanan yang menyebabkan keracunan, Karena masih menunggu hasil uji lab.” Terangnya. (Ris/Snt)










