Pendidikan

Pantau Program SIKAP di Jombang, Gubernur Jatim Dorong Sekolah Jadi Pelopor Ketahanan Pangan

×

Pantau Program SIKAP di Jombang, Gubernur Jatim Dorong Sekolah Jadi Pelopor Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
FOTO : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau program SIKAP di SMAN 2 Jombang. Jumat (28/8/2026).

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya peran dunia pendidikan dalam mendukung kedaulatan pangan. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) di SMA Negeri 2 Jombang, Jumat (28/8/2026).

Kunjungan kerja tersebut selain dihadiri oleh  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, juga hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi.

Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang Bambang Suntowo, Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Endah Rachmawati,serta Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Sri Surjati. 

Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan di era modern tidak lagi harus bergantung pada luasan lahan yang besar. Menurutnya, kunci utama keberhasilan program ini terletak pada kreativitas dalam mengoptimalkan area terbatas.

“Jadi di setiap area yang berada di lingkungan kita, dapat kita manfaatkan untuk ketahanan pangan,” ujar Khofifah saat melihat pemanfaatan lahan di SMAN 2 Jombang.

Di sekolah tersebut, Gubernur menyaksikan langsung inovasi para siswa yang menanam berbagai komoditas harian seperti terong, cabai, jeruk, hingga tomat dengan mengoptimalkan media tanam polybag.

Program SIKAP merupakan inisiatif strategis dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim yang dirancang untuk mengubah area terbengkalai atau lahan tidur di lingkungan sekolah menjadi kawasan produktif. Sekolah diberikan fleksibilitas untuk mengembangkan sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga pengolahan hasil pangan sesuai dengan potensi lokal daerah masing-masing.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa program ini membawa pergeseran positif bagi ekosistem pendidikan formal. Sekolah tidak lagi sekadar menjadi wadah transfer ilmu pengetahuan teoretis, melainkan bertransformasi menjadi laboratorium kehidupan yang riil. Melalui aktivitas bercocok tanam dan budidaya, para peserta didik dilatih untuk memiliki keterampilan teknis, kreativitas tinggi, serta rasa tanggung jawab yang kuat sejak dini.

Hingga akhir Agustus 2026, implementasi Program SIKAP telah berkembang secara masif di seluruh wilayah Jawa Timur. Tercatat sedikitnya 1.548 sekolah telah aktif mengintegrasikan gerakan ini, yang terdiri atas 596 SMA, 759 SMK, dan 193 SLB. Secara akumulatif, ekosistem pendidikan di Jawa Timur bahkan telah berhasil membudidayakan 41 jenis produk tanaman yang berbeda di lingkungan sekolah.

Melihat keberhasilan di SMAN 2 Jombang, Gubernur Khofifah berharap hasil panen dari Program SIKAP ke depannya tidak hanya berhenti pada pemenuhan konsumsi internal warga sekolah saja. Ia mendorong pihak sekolah untuk mulai mengajarkan hilirisasi produk kepada siswa, agar hasil bumi tersebut bisa diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah ekonomi (value-added) sekaligus melatih jiwa kewirausahaan mereka.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, menyatakan bahwa instansinya akan terus mengawal keberlanjutan Program SIKAP di seluruh wilayah Jatim.

“Kami berkomitmen memberikan fasilitasi dan pendampingan teknis agar program ini terus berjalan konsisten. SIKAP bukan sekadar program musiman atau seremonial belaka. Ini adalah bagian dari penguatan profil pelajar Pancasila, di mana kemandirian, gotong royong, dan kreativitas siswa diasah secara nyata melalui sektor ketahanan pangan,” katanya di lokasi acara.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Jombang menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kunjungan serta apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Timur. Pihak sekolah mengaku siap mengoptimalkan potensi hilirisasi produk hasil panen sesuai dengan arahan Gubernur.

“Kehadiran Ibu Gubernur menjadi motivasi luar biasa bagi seluruh warga sekolah, terutama para siswa. Kami tidak hanya mengajarkan cara menanam, tetapi ke depan, hasil panen cabai, tomat, dan sayuran ini akan diolah oleh para siswa menjadi produk pangan kreatif bernilai jual. Kami ingin SMAN 2 Jombang mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan berjiwa wirausaha tangguh,” katanya. ***

Pewarta : WAHYU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!