JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Fasilitas yang diberikan Komite Olahraga nasional Indonesia (Koni) Cabang Jombang, kepada atlit cabang olahraga futsal yang ikut bertanding di acara Pra Pekan olahraga provinsi (Pra Porprov) 2019, dikeluhkan pasalnya, para pemain mengaku mendapat fasilitas yang sangat tidak layak dari Koni Jombang.
Menurut HS (20) salah seorang atlit futsal dari Jombang, mengatakan kami selaku atlit atau tim cabang olahraga futsal yang mewakili Kabupaten Jombang, untuk bertanding pada acara Para Porprov futsal yang dilaksanakan selama 5 hari, yaitu tanggal 17 – 22 maret 2019, bertempat di Gor Kenarok Malang.
“Untuk tim futsal yang mewakili Kabupaten Jombang, berjumlah 15 orang atlit atau pemain, para pemain (tim futsal) tidak mendapatkan fasilitas yang layak dari Koni. Kami selaku pemain merasa malu dan minder, karena tidak seperti atlit-atlit dari kabupaten lain mendapat fasilitas layak dari Koni dan Pemerintah kabupaten yang mereka wakili.” Kata HS, kepada NusantaraPosOnline.Com.
Masih menurut HS, fasilitas tidak layak misalnya untuk uang saku pemain (atlit) di duga disunat (dipotong) uang saku hanya Rp 300 ribu untuk lima hari (Rp 60 ribu x 5 hari = Rp 300 ribu), tempat penginapan untuk 15 atlit ditambah pelatih, hanya disiapkan 1 kamar kos berukuran sekitar 4 x 5 meter, diberi makan nasi bungkus seadanya 3 x sehari, yang lebih parah lagi kostum (kaos olah raga) kami mengunakan kaos bekas PSID dari jaman Jebot.
“Kami minder, dan merasa malu karena kami para pemain tim futsal, mewakili Kabupaten tidak difasilitasi seperti tim futsal dari kabupaten lain. Kami ini belum bertanding sudah malu dengan atlit-atlit dari Kabupaten lain.” Ujar HS.
Menurut dia, saya katakan makan seadanya karena atlit diberi makan nasi bungkus, hari pertama nasi lauk ikan bebek, kemudian hari selanjutnya diberi makan nasi bungkus ikan lele, telor, dan seadanya.
“Seharusnya menu makanan pemain diatur, diberi makan-makanan bergizi, tapi makanan bergizi kan tidak harus daging, dan makanan-makanan enak. Yang penting makanan yang layak dan bergizi. Lah ini kami diberi makan nasi bungkus seadanya, kostum bekas, uang saku juga diduga disunat.” Ujarnya
Untuk uang saku seharusnya Rp 500 ribu peratlit untuk lima hari (per hari Rp 100 ribu). Tapi dari pihak Koni berdalih, anggaran uang saku yang disiapkan Koni hanya untuk 12 pemain, per orang Rp 500 ribu. Sedangkan (pemain) atlit tim futsal yang dikirim ke pra Porprov 15 orang.
“Agar semua atlit, kebagian uang saku terpaksa masing-masing atlit hanya diberi Rp 300 ribu, untuk 5 hari selama acara pertandingan pra Porprov. Jadi nasib tim Futsal Jombang, sunguh mengenaskan. Bagaimana kita mau menang, belum bertanding saja kita sudah minder.” Ucap HS.
Tak hanya itu, saat latihan saja tim futsal juga berlatih dilapangan seadanya. Bisanya tim futsal di daerah-daerah lain saat latihan sesekali disewakan lapangan. Tapi kalau tim futsal yang mewakili Jombang, cuman cari lapangan yang gratis.
“Saat latihan kami cuman mengunakan lapangan SMA PGRI 2 karena kebetulan pelatihnya adalah guru di sekolah tersebut. Tapi kami sangat berterima kasih kepada pihak SMA PGRI 2 merupakan sekolah swasta, yang bersedia lapanganya kami gunakan untuk latihan.” Imbuh HS. (Ris/Snt)










