Investigasi

Proyek Lapen Desa Turipinggir Jombang Diduga Sarat Penyimpangan

×

Proyek Lapen Desa Turipinggir Jombang Diduga Sarat Penyimpangan

Sebarkan artikel ini
FOTO : Proyek pembangunan Jalan Lapen (Lapisan penetrasi) di dusun Turipinggir desa Turipinggir Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, yang diduga sarat penyimpangan. Jum’at (9/1/2026).

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek pembangunan Jalan Lapen (Lapisan penetrasi) di dusun Turipinggir desa Turipinggir Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, Jawa timur, menuai sorotan dari masyarakat.

Proyek yang dibiayai dari Dana Desa (DD) TA 2025 sebesar Rp 82 juta tersebut, alih-alih menimbulkan rasa nyaman dan bahagia bagi warga. Malah justru berujung kekecewaan warga. Pasalnya proyek tersebut diduga sarat penyimpangan.

Berdasarkan hasil infestigasi NusantaraPosOnline.Com dilokasi proyek, pada hari Kamis – Sabtu (8 – 10  januari 2026). Diketahui bahwa proyek jalan Lapen tersebut sepanjang 182 meter dan lebar 3,5 meter. Baru selesai dikerjakan menjelang Hari Natal 2025.

Dan ditemukan sejumlah dugaan penyimpangan, diantaranya yakni : Hasil pekerjaan Lapisan penetrasi (Lapen) berkualitas buruk bergelombang; dan Ketebalan Lapen kurang dari 5 Cm, sehingga hasil pekerjaan diduga tidak sesuai dengan Bestek pekerjaan Lapen.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, pekerjaan dilapangan diduga hanya dikerjakan lapisan BURDA (Laburan Aspal Dua Lapis), yakni penyemprotan aspal cair lalu ditaburi agregat, yang dikerjakan dua kali secara berurutan. Jadi hasil pekerjaan di lapangan bukan Lapen, tapi BURDA.

Jika dibandingkan harga lapisan aspal Lapen dengan harga BURDA ada selisih harga. Harga satuan lapisan Lapen berkisar antara Rp 90 – 95 ribu rupiah permeter persegi. Sedangkan harga satuan lapisan BURDA berkisar antara Rp 70 -75 ribu rupiah permeter persegi (Harga satuan tersebut belum termasuk item pekerjaan pendahuluan honor tim, biaya perencanaan, pembersihan lokasi, mobilisasi alat berat, Kayu bakar dan pasir halus).

Dengan adanya selisih harga ini, dan hasil pekerjaan diduga tidak sesuai dengan Bestek pekerjaan Lapen, patut diduga anggaran proyek Lapen desa Turipinggir telah dikorupsi.

Yang lebih parah lagi, sejak awal pelaksanaan hingga selesai pengerjaan, tidak dilengkapi papan informasi proyek. Padahal, papan informasi proyek merupakan wujud transparansi publik, yang wajib dipasang untuk memberi tahu masyarakat mengenai sumber dana, besaran anggaran, volume pekerjaan, dan pelaksana proyek.

Ketidakadaan papan informasi menimbulkan pertanyaan masyarakat : Seberapa besar dana yang dihabiskan dan apakah dikerjakan sesuai Bestek proyek Lapen ?  Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar slogan, melainkan kewajiban hukum.

Terkait hal ini, Kepala desa (Kades) Turipinggir Gunasir Wibowo ketika dimitai konfermasi melalui pesan WhatsApp, ia mengarahkan agar konfermasi kepada Ricky selaku Kaur Perencanaan Pemdes Turipinggir.

“Terkait dengan anggaran berapa e, njenengan (terkait dengan berapa anggaran proyek anda-red) bisa konfirmasi sama mas Ricky selaku pelaksana teknis.” Ujar Kades Turipinggir melalui pesan WhatsApp, pada Kamis (8/2/2026).

Sementara Kaur Perencanaan Pemdes Turipinggir Ricky saat dihubungi melalui telpon WhatsApp, ia membenarkan bahwa proyek Lapen dibiayai dari DD 2025 sebesar Rp 82 juta.

“Pekerjaan Lapen dusun turipinggir itu volumenya, panjang 182 m lebar 3,5 m. Besar anggarannya Rp. 82 juta, bersumber DD tahun 2025.” Terangnya.

Namun saat disinggung, soal dugaan penyimpangan pekerjaan Lapen, dia justru mengarahkan agar menanyakan hal itu, kepada Kades.

“Terkait hal-hal diluar teknis njenengan (anda) tanya lagi ke pak Kades. Yang lebih tahu pak Kades biar ia yang menjelaskan” kata Ricky. ***

Pewarta : RURIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!