Guru Olahraga Buronan Pemerkosaan Murid di Muara Enim Ditangkap Saat Lebaran Dikampungnya

Goru pemerkosa murid Muara enim
Ahmad Lukita oknum guru olahraga di Muara Enim, DPO terpidana kasus pemerkosaan terhadap siswinya setelah ditangkap.

MUARAENIM, NusantaraPosOnline.Com-Oknum guru olahraga Ahmad Lukita (33), buronan terpidana kasus pemerkosaan terhadap muridnya. Akhirnya ditangkap tim Kejaksaan Negeri Kabupaten Muara enim bersama polisi.

Ahmad Lukita, ditangkap saat ia sedang pulang kekampung halamannya, untuk merayakan hari raya Idul Adha 1443 H berma keluarga, di Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Muara Enim, Alex Akbar mengatakan, bahwa pelaku ditangkap pihaknya bersama Unit Reskrim Polsek Gelumbang di kediamannya Desa Suban Baru tanpa perlawanan.

“Kami mendapat informasi terpidana pulang ke rumahnya untuk lebaran bersama keluarganya. Ketika diselidiki ternyata benar dan langsung dilakukan penangkapan. Terpidana DPO sekitar enam bulan sejak keluar putusan MA,” Kata Alex, Selasa (12/7/2022).

Menurut Alex, bahwa terpidana Ahmad Lukita sebelumnya telah didakwa melanggar pasal 81 ayat (3) UU No 17 Tahun 2016 Tentang perubahan Kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan dengan tuntutan selama 13 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Sebelumnya terpidana telah melakukan pemerkosaan terhadap SH (15) yang merupakan siswinya,” katanya.

Selama menjalani proses hukum, lanjut Alex, terpidana ditahan dari tanggal 26 November 2020 sampai tanggal 2 Maret 2021.  Namun, pada tanggal 2 Maret 2021, PN Muara Enim memutuskan terpidana bebas tidak terbukti bersalah.

“Atas putusan tersebut, JPU pada Kejari Muara Enim langsung menyatakan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) pada tanggal 10 Maret 2021. Selanjutnya tanggal 21 Desember 2021 putusan Kasasi keluar yang menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memaksa anak melakukan persetubuhan yang dilakukan tenaga pendidik dan dijatuhkan pidana selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 60 juta serta subsider 1 bulan kurungan.” Ungkapnya.

Selanjutnya menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terpidana dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, sambung Alex.

“Setelah menerima petikan putusan MA pada tanggal 24 Januari 2022. Kejari Muara Enim langsung melakukan pemanggilan secara patut sebanyak tiga kali terhadap terpidana Ahmad Lukita, namun ternyata tidak koperatif. Kemudian, Kejari Muara Enim meminta bantuan penangkapan ke Polres Muara Enim pada tanggal 24 Mei 2022, yang kemudian Terpidana masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).” Terang Alex.

Menurut Alex, kemaren terpidana sudah ditangkap, kini terpidana sudah dijebloskan kedalam  Lapas Kelas IIB Muara Enim untuk menjalani hukuman sesuai dengan putusan MA.

Sementara itu, Ahmad Lukita di depan JPU mengakui perbuatannya. Ia juga mengaku mengetahui adanya surat pemanggilan dari Kejari Muara enim tersebut.

“Agar saya tidak ditangkap, jadi saya memilih kabur ke daerah Bengkulu, dan disana saya bekerja menjadi penyadap karet. Saat hari raya Idul Adha kemarin, saya nekat pulang ke rumah karena rindu ingin berkumpul dengan keluarganya saat lebaran. Akhirnya saya tertangkap.” Ungkapnya. (Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!