Balita 2 Tahun Di Jombang Tewas Disambar KA Argo Semeru

Foto : Dok PT KAI

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Seorang balita berinisial FCA berusia dua tahun asal Plosorejo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, tewas tertabrak kereta api (KA) Argo Semeru. Kamis (19/10/223) petang. Lokasi kejadian di jalur KA 94+2 antara Stasiun-Sembung, tidak jauh dari rumah korban.

Kapolsek Bandarkedungmulyo, AKP Sulianto menjelaskan, peristiwa nahas yang menimpa balita bernasip malang itu, terjadi pada pukul 15.50 WIB.

“Bermula pada pukul 15.30 WIB, korban yang berada dalam rumah, mencari ayahnya yang keluar rumah. Dan kebetulan rumah korban berada disebelah selatan rel kereta api,” Terang Sulianto.

Ia menjelaskan, korban keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga, selanjutnya korban meninggalkan rumah dengan berjalan kaki.

“Korban meninggalkan rumah berjalan kaki, kemudian menaiki jalan setapak yang mengarah ke jalur rel kereta api dan berjalan mengarah ke timur. Tiba-tiba datang melintas KA Argo Semeru dari arah barat ke timur atau dari arah Jakarta menuju ke Surabaya. Korban yang masih berusia balita tidak mengetahui bahwa ada kereta api yang datang melintas dari arah belakang, lalu korban terserempet kereta api,” Ujarnya.

FOTO : Dok PT KAI

Menurut Sulianto, usai tersambar kereta api, korban terpental jauh hingga sekitar 10 meter, mengetahui kejadian ini, seketika itu, masinis KA Argo Semeru, melakukan pengereman, dan dapat berhenti.

“Korban terpental ke arah selatan rel kereta api sejauh kurang lebih 10 Meter. Tapi seketika itu Masinis KA Argo Semeru berusaha melakukan pengereman dan dapat berhenti, kemudian awak kru KA Argo Semeru memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan petugas penjaga pintu lintasan KA,” Ujarnya.

Warga beserta petugas jaga rel kereta api yang mengetahui peristiwa itu, bergegas mendatangi lokasi kejadian, dan membawa korban ke rumah sakit, untuk mendapat pertolongan.

“Korban dibawa oleh warga sekitar ke RSUD Kertosono dan oleh petugas kesehatan di UGD RSUD Kertosono korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ujarnya.

Atas kejadian ini, anggota reskrim Polsek Bandarkedungmulyo pun, melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengamankan barang bukti.

“Kita mintai keterangan keluarga, dan kita juga amankan barang bukti berupa baju daster yang dipakai korban. Setelah itu, jasad korban akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.”  Pungkas AKP Sulianto.

Ditempat terpisah, Deputy Vice President PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Irene Margareth Konstantine meminta masyarakat tidak bermain di dekat jalur kereta api. Sebab itu sangat membahayakan. “Selain bahaya untuk diri sendiri, juga mengganggu perjalanan kereta api,” ucap Irene.

“Dengan tertibnya masyarakat dan peran optimal seluruh stakeholder, diharapkan keselamatan di jalur kereta api dapat terwujud. Sehingga perjalanan kereta api tidak terganggu dan masyarakat juga selamat,” kata Irene.***

Pewarta : Rurin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!