godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Desember 8 2019
Home / Investigasi / Bantuan HIPPA Usaha Tani Desa Bendungan Jombang Jadi Ajang Bancaan
Bangunan drainase untuk bantuan HIPPA Usaha Tani, Desa Bendungan, yang berkualitas buruk dan diduga jadi bancaan kontraktor dan oknum pegawai Kecamatan Kudu. Rabu (20/11/2019)

Bantuan HIPPA Usaha Tani Desa Bendungan Jombang Jadi Ajang Bancaan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Bantuan yang diperoleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Usaha Tani, Desa Bendungan Kecamatan Kudu Jombang, serat penyimpangan.

Dari hasil pantauan dilapangan bantuan tersebut berupa proyek pembangunan drainase yang berbahan material pasangan batu kali. Proyek ini ditengarai jadi ajang bancaan oleh oknum pegawai Kecamatan Kudu, dan pemborong.

Bangunan drainase untuk bantuan HIPPA Usaha Tani, Desa Bendungan, yang berkualitas buruk dan diduga jadi bancaan kontraktor dan oknum pegawai Kecamatan Kudu. Rabu (20/11/2019)

Yang lebih parah lagi proyek ini diborongkan, dan HIPPA Usaha Tani Desa Bendungan sebagai penerima bantuan, tidak dilibatkan sama sekali dalam pengerjaan proyek. Tak hanya itu hasil pekerjaan proyek dilapangan amburadul, akibat dikerjakan asal-asalan.

Menurut salah seorang tukang yang keberatan disebutkan namanya, ia mengaku semua tenaga kerja dari luar desa Bendungan, tidak ada warga desa setempa.

“Proyek ini mulai dikerjakan sekitar satu minggu. Semua pekerja berasal dari desa Sumber mulyo. Kami ini cuma pekerja saja. Pekerjaan proyek ini termasuk ngawur, pemborong tidak menyediakan material kayu, atau bambu untuk memasang benang agar pekerjaan pasangan batu lurus (bagus), tak hanya itu material yang digunakan pun mengunakan pasir berkualitas buruk sekali. Lihat saja hasil pekerjaanya menceng (Tidak lurus) dan kualitasnyapun buruk.” Kata salah seorang pekerja, yang ditemui dilokasi proyek. Rabu (20/11/2019).

Bangunan drainase untuk bantuan HIPPA Usaha Tani, Desa Bendungan, yang berkualitas buruk dan diduga jadi bancaan kontraktor dan oknum pegawai Kecamatan Kudu. Rabu (20/11/2019)

Dia mengaku, sangat menyayangkan kontraktor tidak mau modal. Padahal ini proyek pemerintah. “Masak pemborong menyediakan kayu atau bambu, saja tidak. Padahal agar pekerjaan bagus perlu dipasang pancang dan benang, agar hasil pekerjaan pasangan batu bisa lurus dan bagus. Jadi ini asal-asalan, pemborong tak mau modal blas.” Kata Sang tukang.

Sang tukang juga menambahkan, “Kami tidak tahu-menahu masalah anggaran proyek ini, kalau ingin tahu tanyakan sama Dodik warga desa Sumber Mulyo, Kecamatan Jogoroto.” Tambahnya.

Menurut Dodik, warga Sumbermolyo, saat dimintai konfirmasi, ia mengaku tidak tahu sumber dana proyek tersebut dari mana. “Saya cuma borong kerja, saja menyediakan tenaga kerja (tukang). Coba untuk lebih jelasnya tanyakan sama Agus warga Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek.” Kata Dodik, singkat melalui sambungan telpon seluer. Rabu (20/11/2019).

Sedangkan Agus warga desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, saat minta konfirmasi, mengatakan, ia  juga mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu persis anggaran proyek tersebut berapa, coba saya tanyakan sama bos saya Nanang, warga desa Tambakberas, Kecamatan Tembelang. Karena saya dapat orderan dari Nanang.” Kata Agus, melalui sambungan telpon seluler. Rabu (20/11/2019).

Agus menambahkan, saya menyuruh orang saya akan meluncur ke sana, ke kantor Balai desa Bendungan, sekarang mau OTW (On The Way / dalam perjalanan) kesana.“Sekarang saya menyuruh Broto, orangnya ke kantor Desa Bendungan. Sekarang Broto, sedang OTW kebalai desaBendungan, ketemu disana saja, kalau mau konfermasi.” Kata Agus.

Sementara itu ketua HIPPA Usaha Tani, Desa Bendungan, Heru Wandono, saat dikonfirmasi, ia mengaku tidak tahu apa-apa,  dan tidak dilibatkan apa-apa dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Saya tidak tahu apa-apa mulai dari gambar proyek, RAB proyek saya tidak tahu, dan saya tidak dilibatkan apa-ap dalam pelaksanaan proyek tersebut. Sekitar dua minggu yang lalu, saya didatangi pegawai kecamatan Kudu, namanya Supriyanto, ia memberi tahu ke saya bahwa HIPPA Usaha tani, dapat bantuan dari Dinas pertanian Jombang. Bantuan tersebut berupa drainase (saluran air).” Kata Heru, Rabu (20/11/2019).

Heru mengaku, nilai proyeknya saja saya tidak tahu. Cuma setiap material bangunan mau datang kelokasi, pak Pri (Prianto) sering bilang kesaya.

“Pak Pri sering bilang ke saya, ini materialnya akan diantar kelokasi. Tapi saya tidak tahu sumber material bangunan tersebut dari mana, karena tidak pernah diberitahu sumbernya. Jadi setahu saya yang ngurus proyek tersebut Pak Priyanto. Jadi nanti bisa tanyakan sama Pak Priyanto saja.” Ucap Heru, yang juga menjabat Kasi Perencanaan Pemdes Bendungan.

Saat ditanya berapa panjang drainase tersebut ? “Setahu saya panjang drainase tersebut sekitar 200 meter. Untuk tinggi dan tebalnya saya tidak tahu. Pengerjaannya sudah sekitar satu minggu yang lalu. Jadi biar semuanya jelas, silahkan tanya Pak Priyanto, saja.” Kata Heru.

Sementara itu Supyanto, pegawai Kecamatan Kudu, saat hendak dimintai konfirmasi, tidak ada ditempat. Dihubungi via ponsel dan melalui pesan singkat WhatsApp, tersambung tapi tidak ada jawaban.

Dari hasil pantauan dilapangan, proyek drainase tersebut, tepat berada di tepi jalan lingkungan desa Bendungan, dilokasi tidak ada papan nama proyek, kuat dugaan hal ini disengaja agar masyarakat kesulitan mengawasi proyek ini.

Untuk mengaduk mortar (Luluh/pengaduk semen) pengikat pasangan batu, diaduk secara manual, mengunakan cangkul. Tak hanya itu hasil pekerjaan juga terlihat amburadul, tidak lurus, pondasi pasangan batupun hanya kisaran 15 Cm – 20 Cm. Jadi kuat dugaan proyek ini jadibancaan pegawai kecamatan Kudu, dan kontraktor. (Rin)

Check Also

Pinjam Bendera, Banyak Proyek Di Jombang Dimenangkan Kontraktor Abal-Abal

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Fenomena pinjam bendera perusahaan oleh sebagian Kalangan, di Kabupaten Jombang, dianggap sebagai suatu peluang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *