godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Mei 16 2021
Home / Investigasi / Bantuan Sapi Program UPPO Desa Plosogenuk Jombang Serat Penyimpangan
Ketua UPKK Poktan Plosogenuk Suyitno, dilokasi kandang sapi bantuan program UPPO 2020, yang dikuasai Suyitno, dan keluarga

Bantuan Sapi Program UPPO Desa Plosogenuk Jombang Serat Penyimpangan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pelaksanaan bantuan sapi program UPPO (Unit Pengolah Pupuk Organik) tahun 2020 dari Kementrian pertanian (Kementan) didesa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, serat penyimpangan.

Pasalnya bantuan diduga hanya dikuasai ketua UPKK (Unit pengelola keuangan dan kegiatan) bernama Suyitno, dan saudaranya.

Ketua Poktan, Desa Plosogenuk, Karsun, mengatakan, tahun 2020 desa Plosogenuk dapat bantuan sapi program UPPO 2020 dari Kementan RI, bantuan berupa uang Rp 200 juta. Bantuan disalurkan secara tunai diterima oleh orang benama Suyitno, dengan mengatasnamakan Gapoktan Desa Plosogenuk.

 “Uang bantuan sapi pragram UPPO sebesar Rp 200 juta, tersebut menurut Petunjuk teknis untuk pembelian minimal 8 ekor sapi, pembangunan rumah kompos, kandang sapi, mesin alat pengelola pupuk organik (APPO). Dan alat angkut kendaraan roda 3. Pada saat pelaksanaan bantuan tersebut sampai hari ini, dikuasai sendiri oleh tiga orang yaitu ketua UPKK benama Suyitno, sekertaris keponakannya bernama Angga saroni, bendahara juga saudaranya perempuan bernama Wafi.”  Kata Karsun.

Karsun, menambahkan tidak tahu siapa yang mengangkat Suyitno, sebagai ketua UPKK. “Mungkin ia mengangkat dirinya sendiri dan keponakan, bersama saudaranya, sebagai ketua, sekertaris, dan bendahara UPKK Gapoktan Desa Plosogenuk.” Ujarnya.

Ketua Poktan Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Jombang, Karsun.

Karsun menceritakan, awal mulai pengajuan bantuan UPPO 2020 yang mengatasnamakan Gapoktan desa Plosogenuk, terjadi sekitar bulan Juni 2020. Suyitno, mendatangi rumah saya.

“Waktu itu Suyitno, menyampaikan kepada saya, bahwa Gapoktan Plosogenuk, akan dapat bantuan sapi, program UPPO 2020. Suyitno bilang kesaya Cak (Kakak) kalau mau ikut ngramut sapi, saya (Suyitno) jatah 2 ekor sapi, tapi golekno duit (Carikan uang) Rp 20 juta. Jadi saya kalau ingin ikut dapat bantuan (ikut ngramut sapi bantuan) dimintai uang Rp 20 juta oleh Suyitno.” Kata Karsun.

Menurut Karsun, setelah mendapat tawaran dari Suyitno, saya rembukan (musyawarah) dengan istri saya. “Istri saya tidak mau, karena uang Rp 20 juta banyak, lebih baik saya belikan sapi sendiri. Tanpa bantuan program UPPO. Masak untuk ngramut sapi bantuan 2 ekor saya mau dimintai uang Rp 20 juta oleh Suyitno.” Kata Karsun.

Masih menurut Karsun, saya menolak tawaran dari Suyitno. “Saya bilang ke Suyitno. Wis Cak Yit (Sudah Kak Yit) aku tidak ada uang, monggo sampean (Silahkan kamu) atur saja masalah bantuan tersebut.” Ujar Karsun.

Sapi kurus di kandang yang dikuasai Suyitno dan keluarga, di Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Jombang. yang dibeli Suyitno dari bantuan UPPO 2020. Minggu (17/1/2021)

Selanjutnya sekitar bulan Agustus 2020 saya diundang oleh Suyitno, kerumahnya untuk rapat. Rapat dirumah Suyitno tersebut juga dihadiri Kades Plosogenuk, juga PPL. “Saat rapat itu saya dimintai tanda tangan oleh Suyitno. Beberapa bulan kemudian saya dengar bantuan tersebut cair Rp 200 juta. Setelah bantuan cair, sampai hari ini saya meski ketua Poktan desa Plosogenuk, tidak tahu menahu bantuan tersebut. Jadi Gapoktan Plosogenuk, hanya atas nama saja, tapi yang dapat bantuan Suyitno dan keluarganya.” Ujarnya.

Karsun menambahkan, sampai hari ini saya selaku ketua Poktan Desa Plosogenuk, tidak tahu menahu, sapi bantuan UPPO Kementan itu direalisasikan seperti apa oleh Suyitno.

“Kalau ada PPL atau orang dinas, yang mau mengecek bantuan tesebut, datangnya kerumah saya. Lah karena saya dari awal sampai hari ini tidak dilibatkan apa-apa, dan tidak tahu apa-apa. Kalau ada orang dinas datang kerumah saya. Langsung saya antarkan kerumahnya Suyitno.” Ujar Karsun.

Terkait hal tersebut, ketua UPKK Gapoktan Desa Plosogenuk, Suyitno, selaku penerima bantuan, saat dimintai konfirmasi terkait hal tersebut, sulit untuk dihubungi. Hingga berita ini diturunkan, NusantaraPosOnline.Com masih berusaha meminta klarifikasi dari, Suyitno.

Sebagai informasi, menurut petujuk Teknis kegiatan UPPO 2020, ada beberapa syarat Dan Kriteria Penerima Bantuan Sapi UPPO 2020, salah satunya syarat penerima bantuan adalah : Poktan / Gapoktan / Asosiasi / Koperasi /Lembaga pemerintah / Kelompok usaha bersama (KUB) yang mempunyai keabsahan (Pengukuhan) dari instansi yang berwenang atau direkomendasikan oleh SKPD. (Rin)

Check Also

Program PTSL Dari Jokowi, Diduga Jadi Ajang Pungli Pemdes Kedunggede Mojokerto

MOJOKERTO, NusantaraPosOnline.Com-Ratusan warga di Desa Kedunggede, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto Jawa timur, diduga menjadi korban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!