godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Mei 16 2021
Home / Hukrim / Kejari Jombang Tetapkan Pengurus KUD Sumber Rejeki Tersangka Korupsi Pupuk Subsidi
Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Yulius Sigit Kristanto

Kejari Jombang Tetapkan Pengurus KUD Sumber Rejeki Tersangka Korupsi Pupuk Subsidi

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, menetapkan satu orang pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Rejeki di Desa Kauman, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Solahuddin. Sebagai tersangka kasus korupsi penyaluran pupuk bersubsidi. mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 431 juta.

“Pada hari ini berdasarkan hasil ekspos perkara tindak pidana korupsi penyelewengan penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Jombang tahun 2019, kita sudah menetapkan satu orang tersangka berinisial S (Solahuddin), pekerjaannya sebagai pengurus KUD Sumber Rejeki, di Desa Kauman.” Kata kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Yulius Sigit Kristanto, di kantor Kejari Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Selasa (16/2) petang.

Sigit, menjelaskan, penetapan tersangka tersebut sesuai surat penetapan tersangka nomor Kep 01/M.5.25/FD.1/02/2021.

“Modus dugaan korupsi yang dilakukan tersangka yang merupakan pengurus KUD Sumber Rejeki, yaitu melakukan pemalsuan tanda tangan, memanipulasi data pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani terhadap pupuk bersubsidi tahun 2019. Hal tersebut mengakibatkan pupuk bersubsidi yang disalurkan pemerintah pusat melebihi kebutuhan riil para petani. Kami juga menemukan ada sisa pupuk yang dia salah gunakan untuk kepentingan yang lain. Sehingga negara dirugikan berdasarkan penghitungan sementara kerugian negara sekitar Rp 431 juta.” Terangnya.

Kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun Solahhudin, belum ditahan. Menurut Sigit, penahanan tersangka akan dilakukan setelah pemeriksaan ulang para saksi. “Ini kan baru penetapan tersangka. Nanti saksi-saksi akan kami periksa ulang untuk tersangka yang bersangkutan,” Ujarnya.

Solahuddin disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) juncto pasal 18 ayat (1) huruf b UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sigit, menambahkan,  penetapan tersangka ini akan bisa memperjelas dan mempercepat proses penyidikan. “Dengan penetapan ini bisa terungkap apa yang menjadi sangkaan selama ini, dan bisa kami percepat untuk dibawa ke proses persidangan. Dan tidak menutup kemungkinan, penyidik akan menetapkan tersangka lain dalam kasus korupsi pupuk bersubsidi ini.” Ujarnya.

Kasus ini bermula pada 2019, Kabupaten Jombang mendapatkan jatah pupuk bersubsidi sekitar 102.303 ton dari pemerintah pusat. Pupuk bersubsidi itu disalurkan untuk 76.208 petani. Namun setelah didistribusikan ke para petani, pupuk tersebut masih banyak tersisa.

Menurut aturan, seharusnya jatah pupuk bersubsidi untuk petani di Jombang tidak tersisa setelah dibagikan seluruhnya. Karena pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi, sesuai usulan dari para petani. Pengajuan kebutuhan pupuk bersubsidi secara berjenjang dari petani sampai pemerintah pusat.

Yaitu mulai dari petani mengajukan RDKK ke kelompok, kelompok ke gabungan kelompok tani (Gapoktan) diketahui PPL. Kemudian Diajukan bertingkat dari kecamatan, ke kabupaten, provinsi, lalu ke pemerintah pusat. Setelahnya, akan terbit SK alokasi pupuk bersubsidi.

Pada saat pembuatan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani terhadap pupuk bersubsidi tahun 2019, ada dugaan manipulasi, data ada pembengkakan jumlah kebutuhan pupuk bersubsidi, melebihi kebutuhan riil para petani.

Kasus ini mulai terbongkar, pernah terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi Jombang, Bupati Jombang, meminta dinas terkait melakukan pengusutan masalah ini. Selanjutnya Kejari Jombang, juga sekitar Maret 2020 lalu, melakukan penyelidikan.

Pada 21 September 2020, Kejari Jombang menaikan status perkara ini ke tahap penyidikan. Karena saat itu Kejari menemukan sejumlah indikasi tindak pidana korupsi dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Jombang tahun 2019. Tepat Selasa (16/2/2021) Kejari mengumumkan / menetapkan satu orang tersangka, yaitu Solahuddin pengurus KUD Sumber Rejeki. (Rin/Why)  

Check Also

Bupati Nganjuk Ditangkap Usai Shooting Vidio Wisata Seni Dan Budaya

NGANJUK, NusantaraPosOnline.Com-Bareskrim Mabes Polri pada Senin petang (10/5/2021) telah menetapkan Bupati Nganjuk, Jawa timur, Novi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!