godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , November 25 2020
Home / Daerah / Belum Boleh Bongkar, 150 Ton Solar Muatan Kapal Tenker SPOB ‘Rezki Ifah’ Diduga Ilegal
Kapal self propelled oil barge (SPOB) Rezki Ifah, bermuatan 150 Ton Solar, bersandar didaerah Air Anyir Bangka

Belum Boleh Bongkar, 150 Ton Solar Muatan Kapal Tenker SPOB ‘Rezki Ifah’ Diduga Ilegal

BANGKA BELITUNG, NusantaraPosOnline.Com-Kapal self propelled oil barge (SPOB) Rezki Ifah asal Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) yang diketahui sudah satu minggu ini masuk keperairan Air Anyir Bangka, yang mengangkut 150 ton BBM jenis solar hingga kini tak kunjung membongkar muatannya.

Bahkan didapati ternyata kapal tengker muatan BBM yang diduga ilegal tersebut masih dalam kondisi tersegel.

“Kami orang kapal hanya kerja disini dan kami kurang tahu mau dicurahkan kemana. kalau selang itu hanya connecting saja karena belum bongkar tunggu prosedur tidak mau asal-asalan “, Kata Kapten kapal SPOB Rezki Ifah kepada Wartawan yang saat itu tidak bersedia menyebutkan namanya ini, Kamis (28/5/2020).

Soal dokumen, sambungnya semua lengkap dan resmi hingga sampai keperairan Bangka. “Kami masuk kesini mulai tanggal 22 hingga hari ini masih stand by menunggu belum bongkar terkendala habis lebaran sedangkan untuk prosedurnya kalau sudah acc semua, nyampai kapal tidak akan lama-lama intinya kita ijin dari sana domuken semua resmi dari aparat dari semuanya, “ teerangnya.

Disinggung sudah berapa kali membawa muatan BBM masuk ke Bangka, sang Kapten Kapal pun enggan untuk menjawab. Ia lebih memilih menerima telepon dan bergegas meninggalkan Wartawan menuju kapalnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pangkalbalam (KSOP) Izuar menerangkan, bahwa hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan ijin bongkar atas muatan BBM dari SPOB Rezki Ifah.

“Sampai saat ini kami belum menerima permohonan bongkar. Kami pun belum mengelurkan izin. Kalau dokumen memang ada sudah sesuai dengan aturannya dari Angkatan Laut diserahkan ke kami dan dokumen-dokumen itu wajib kami tahan untuk selanjutnya belum ada”, Kata Izwar, Kamis (28/5/2020).

Menurut Izuar, belum bongkar karena izinnya belum keluar. Selama belum ada ijin dari pihak KSOP, kapal  SPOB Rezki Ifah belum boleh bongkar. Kalau mereka bongkar berarti kegiatan bongkar yang dilakukan akan dipastikan ilegal.

Disingung terkait aturan main minyak, Izuar mengatakan boleh boleh saja. “ Kalau minyaknya legal, izinnya lengkap, ya silahkan. Swasta boleh, minyaknya minyak industri, jangan minyak subsidi dijual. Yang jelas jual minyak itu ada penampungnya di Bangka ini. Pokoknya kami kalau legal silahkan, zirkon saja kami tahan apalagi minyak,” tegasnya.

Rezki Ifah sendiri terhitung Sabtu (23/5/20) lalu hingga Kamis (29/5/20) sudah 6 hari bersandar di pelabuhan milik PT. MIRS yang menyandarkan Kapal Isap nya di daerah Air Anyir Bangka.

Semetara itu, Direktur Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Zainul mengaku kalau kapal muatan BBM itu Legal dan dokumennya lengkap.

“Pertanyaan saya apa salahnya mereka kalau ditangkap, jangan kita berfikir langsung setiap tengker masuk kesini salah. Sudah dia (Kapal Muatan BBM/Red) lengkap semua. Ucap Zainul saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sultan yang disebut-sebut sebagai Direktur Utama PT. Rezkifah Energi Berjaya sekaligus pemilik SPOB Rezki Ifah saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp tidak merespon. Sultan sendiri diketahui merupakan pemilik SPOB yang membawa muatan BBM Solar namun sayangnya hingga saat ini Sultan tidak terkonfirmasi.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang didapat dari sumber terpercaya mengungkapkan jika BBM tersebut dibeli dari seorang pemain minyak asal Palembang bernama BDR. BDR sendiri disebut-sebut sebagai oknum anggota Polda Sumsel yang sudah lama menjadi pemain minyak khusus produk warga dari daerah Musi Banyuasin Sumsel yang terindikasi Ilegal.

“PT Rizky Jaya Utama itu milik Pak Nirwan, resmi terdaftar di Pertamina. Sedangkan PT Rezkifah Energi Berjaya beralamat di Pangkalpinang milik Sultan sebagai transporter. Info terpercaya A1 barang itu loading di Pelabuhan Tanjung Api-Api Kecamatan Sungsang Kabupaten Banyuasin Sumsel dan dibeli atas nama inisial BDR, oknum anggota Polda Sumsel,” Jelas sumber yang meyakini bahwa dirinya memiliki bukti video dan foto. (Jun)

Check Also

Hamili Janda, Perangkat Desa Di Ponorogo Didemo Warganya

PONOROGO, NusantaraPosOnline.Com-Ratusan wargadi Desa Purwosari Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, melakukan aksi demonstrasi di halaman kantor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!