godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , April 20 2021
Home / Investigasi / Berlangsung Tegang, Rapat Mediasi Diwarnai Pemblokiran Pabrik Oleh Warga Plosokerep
Penandatanganan surat kesepakatan perwakilan warga dengan UD Kartika Plastik, disaksikan Kades dan Camat setempat. Kamis Malam (25/3/2021).

Berlangsung Tegang, Rapat Mediasi Diwarnai Pemblokiran Pabrik Oleh Warga Plosokerep

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com- Rapat mediasi warga RT 4, RW 3, Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, dengan pihak pabrik limbah plastik UD (Usaha dagang) Kartika Plastik dan UD Artha Persada Plastindo, berlangsung tegang.

Pelaksanaan rapat mediasi tersebut, menghadirkan pihak pabrik, dilaksanakan di kantor balai desa Plosokerep. Kamis (25/3/2021) malam sekitar 20.00 WIB, yang di fasilitasi Pemerintah desa setempat, dan disaksikan oleh Forkopincam setempat. Warga mengaku marah, dan meminta pabrik agar ditutup. Dan sepanjang pelaksanaan mediasi, sempat terjadi perang argumen.

Dodik, salah seorang perwakilan warga, ia menjelaskan UD Kartika Plastik dan UD Artha Persada Plastindo, pemiliknya adalah orang satu.  UD Kartika Plastik, sudah beroperasi sekitar 20 tahun-nan. Sedangkan UD Artha Persada Plastindo, baru beroperasi setahun belakangan ini.

Warga RT 4 RW 3 Desa Plosokerep saat memblokir pintu masuk UD Kartika Plastik, dan akan mendirikan tenda ukuran besar. Kamis Malam (25/3/2021).

“Sejak puluhan tahun UD Kartika Plastik, beroperasi menimbulkan pencemaran lingkungan, limbah cairnya dibuang kesungai, padahal sungai tersebut digunakan untuk pengairan sawah warga setempat. Warga takut menimbulkan dampak kesehatan petani, dan bisa merusak tanaman. Tak hanya itu akibat limbah tersebut air sungai dan lingkungan berbau busuk yang menyengat. Oleh karena warga menuntut pabrik ditutup.”  Kata Dodik.

Ia menambahkan, dari pihak pabrik memang menawarkan kompensasi Rp 70 juta pertahun, kewarga terdampak limbah pabrik. Warga keberatan, namun warga bersedia menerima kompensasi Rp 70 juta pertahun Dengan cacatan  UD Artha Persada Plastindo harus ditutup untuk mengurangi pencemaran lingkungan, dan UD Artha Persada Plastindo izin awalnya untuk gudang bukan pabrik. Tapi pemilik usaha tidak mau, dan mediasi menemui jalan buntu. Makanya malam ini warga bersama-sama mendatangi dan memblokir pintu masuk pabrik Intinya warga minta pabrik ditutup saja.” Ujarnya.

Pantauan dilapangan, hingga pukul 22.00 WIB rapat mediasi tersebut masih menemui jalan buntu atau tidak ada kesepakatan antara warga dengan pemilik pabrik. Rapat belum ditutup, satu persatu perwakilan warga keluar ruang rapat. Sedangkan diluar ruang rapat, ada ratusan warga yang menunggu hasil mediasi tersebut.

Warga RT 4 RW 3 Desa Plosokerep saat memblokir pintu masuk UD Kartika Plastik, dan akan mendirikan tenda ukuran besar. Kamis Malam (25/3/2021).

Melihat perwakilan warga, sudah meningalkan ruang rapat, dan menemui jalan buntu. Selanjutnya secara spontan sekitar seratus orang lebih, warga langsung mendatangi UD Kartika Plastik, yang jaraknya tidak jauh dari kantor desa.

Saat mendatangi pabrik, warga juga membawa tenda berukuran besar (tenda untuk acara hajatan) dan tenda didirikan depan pintu masuk pabrik. Aksi warga tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat.

Namun pemblokiran pabrik tersebut tidak berlangsung lama sekitar 1 jam, setelah Kepala desa Plosokerep, Bambang Hermanto, mendatangi lokasi depan pabrik, untuk menenangkan warga. Setelah warga tenang kemudian terjadi mediasi kembali dikantor desa. Dan akhirnya pabrik bersedia memenuhi tuntutan warga.

Kepala desa Plosokerep, Bambang Hermanto, mengatakan tadi memang kedua belah pihak kita mediasi di kantor desa. Karena tidak ada kesepakatan, selang sekitar 30 menit usai rapat mediasi, warga melakukan pemblokiran pintu masuk pabrik.

“Awalnya saya tidak tahu ada pemblokiran pabrik, saya dapat laporan dari perangkat desa, warga memblokir pabrik. Saya mendatangi lokasi, untuk menenangkan warga. Lalu kita mediasi kembali dikantor desa. Alhamdulilillah kedua belah pihak ada kesepakatan. Kesepatanya diantaranya, pihak pabrik akan memberikan kompensasi kepada warga terdampak limbah pabrik sebesar Rp 70 juta pertahun. Uang tersebut untuk pemulihan lahan petani, PHBN, Idul Fitri, Idul adha, uang kedukaan warga, dan untuk yatim piatu. Uang kompensasi tersebut akan dikelola dan diterima oleh warga. Bukan dikelola Pemerintah desa.” Terang Bambang.

Warga Desa Plosokerep saat memblokir pintu masuk UD Kartika Plastik, dan akan mendirikan tenda ukuran besar. Kamis Malam (25/3/2021).

Selain itu, pemilik pabrik bersedia menutup satu pabrik yaitu UD Artha Persada Plastindo yang baru beroperasi satu tahun belakangan ini. “Jadi nanti hanya UD Kartika Plastik, yang beroperasi. UD  Artha Persada Plastindo, dikembalikan fungsi awal sebagai gudang” Kata Bambang.

Sementara itu, penasehat hukum UD Kartika Plastik dan UD Artha Persada Plastindo, Yosep Beni Sembodo, membenarkan sudah ada kesepakatan antara warga dengan pihak pabrik.

“Mediasi hari ini sudah ada kesepakatan antara pihak pabrik dengan warga, tadi mereka semua sudah menandatangani kesepakatan, dengan disaksikan Kades dan Camat.” Kata Yosep sambil menunjukan surat kesepakatan antara warga dengan pihak pabrik.  Kamis malam (25/3/2025). (Rin)

Check Also

PT Bangun Perkasa Adhitama sentra Jombang, Didemo Warga

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Puluhan warga yang berasal dari tiga desa, yakni, Desa Manduro, Desa Pengampon, dan Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!