godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , April 20 2021
Home / Nasional / Bos PT Dua Putera Perkasa, Penyuap Edhy Prabowo Dituntut 3 Tahun Bui
Direktur PT Dua Putra Perkasa, Suharjito (pakai baju tahanan KPK) berjalan menuju mobil tahanan.

Bos PT Dua Putera Perkasa, Penyuap Edhy Prabowo Dituntut 3 Tahun Bui

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Direktur utama PT Dua Putera Perkasa (PT DPP) Suharjito, terdakwa kasus suap pengurusan izin ekspor benih bening (benur) lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dituntut hukuman tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK.

Tak hanya itu, Sharjito, juga dituntut agar membayar denda sebesar Rp 200 juta subsidair enam bulan kurungan.

Jaksa meyakini Suharjito terbukti secara sah bersalah karena telah menyuap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dengan nilai total Rp 2,1 miliar. Menurut jaksa, suap tersebut berkaitan dengan pengurusan izin ekspor benih bening (benur) lobster di Kementerian KKP.

“Menuntut agar majelis hakim memutuskan, satu, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara berlanjut. Dua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Suharjito penjara selama tiga tahun dikurangi masa tahanan dan denda Rp 200 juta subsidair enam bulan kurungan,” kata Siswandhono Jaksa penuntutut umum KPK saat membacakan tuntutan dipersidangan Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021).

Pertimbangan yang memberatkan terdakwa Suharjito yakni, karena terdakwa dinilai tidak mendukung upaya masyarakat yang sedang giat-giatnya memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme. Dan pertimbangan yang meringankan yaitu, terdakwa belum pernah dihukum, bersikap kooperatif, bersikap sopan dipersidangan, memberikan keterangan secara signifikan.

Pada sidang sebelumnya, Suharjito didakwa telah melakukan penyuapan kepada Menteri KKP, Edhy Prabowo sebesar USD103.000 atau setara Rp1,4 miliar dan Rp706.055.440 (Rp 706 juta). Total keseluruhan suap yang diberikan Suharjito untuk Edhy Prabowo tersebut ditaksir mencapai Rp 2,1 miliar.

Penyuapan tersebut, untuk mempercepat proses rekomendasi persetujuan pemberian izin atau dengan kata lain untuk memuluskan agar PT DPP cepat memperoleh izin ekspor Benih Bening Lobster (BBL).

Dalam surat dakwaan, Jaksa menyebutkan Suharjito menyuap Edhy Prabowo melalui Safri dan Andreau Misanta Pribadi selaku staf khusus Menteri KKP, serta Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy Prabowo.

Tak hanya itu, Suharjito juga menyuap Edhy melalui Ainul Faqih selaku staf pribadi Iis Rosita Dewi sebagai anggota DPR sekaligus merupakan istri Edhy Prabowo.

Suap yang diberikan Suharjito kepada Edhy melalui lima orang itu dengan tujuan agar Edhy Prabowo mempercepat persetujuan perizinan ekspor benih lobster atau benur di KKP tahun anggaran 2020.

Menurut Jaksa, uang tersebut diperuntukkan untuk kepentingan Edhy Prabowo dan istrinya, Iis Rosita Dewi.

Suharjito didakwa dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Bd)

Check Also

Curi Barang Bukti Emas Batangan 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Pegawai Komisi pemberantasan korupsi (KPK) berinisial IGAS yang bertugas pada Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!