godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , April 20 2021
Home / Investigasi / Proyek TPT Rp 350 Juta Amburadul, TPK : Saya Biasa Sama Pak Romlan, Kamu Tanya Pak Romlan
Nampak kondisi jalan masih amburadul, dan nampak panjang bangunan TPT tidak sama, atau panjang sebelah. Senin (5/4/2021)

Proyek TPT Rp 350 Juta Amburadul, TPK : Saya Biasa Sama Pak Romlan, Kamu Tanya Pak Romlan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Watugaluh Krajan-Penangungan, Desa Watugaluh Kecamatan Diwek, Jombang, yang menelan dana Rp 350 juta, kondisinya amburadul, dan mangkrak, diduga kuat serat korupsi.

Hasil penelusuran dilapangan, proyek TPT itu dibangun dengan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 350 juta. Yang bersumber dari APBD Jombang 2020, tapi pengerjaan proyek TPT baru dikerjakan pada tahun 2021. Pada papan nama proyek, tertulis pengerjaan dimulai 21 Desember 2020 – 9 Februari 2021. Namun fakta dilapangan proyek baru dikerjakan pada Januari 2021 dan pada Februari 2021 pengerjaan terhenti sampai hari ini mangkrak TPT tersebut mangkrak, tidak berfungsi secara maksimal.

Dipapan nama proyek volume TPT (166 x 1,5 x 0,6) x 2 sisi. Kenyataan dilapangan panjangnya TPT tidak sama.

RH, salah seorang warga setempat, mengatakan dari awal pengerjaan proyek TPT itu sudah tidak beres. “Pengerjaan dimulai pada Januari 2021, awalnya tukang yang mengerjakan 10 orang, namun banyak yang berhenti bekerja. Akhirnya proyek hanya dikerjakan sekitar 5 orang tukang. Dan pada Februari 2021, pekerjaan berhenti, lalu mangkrak. Disebut mangkrak, karena bangunan tidak berfungsi dengan baik, kondisi masih amburadul. Padahal anggaran proyek Rp 350 juta. Tapi hasil pembangunan tak sesuai dengan harapan masyarakat.” Ujarnya.

HN menambahkan, TPT tersebut dibangun untuk penahan jalan pertanian, tapi pada sisi kanan jalan masih ada sekitar 30 meter, bangunan TPT yang tidak diselesaikan.

“Dipapan nama proyek, tertulis volume bangunan TPT (166 x 1,5 x 0,6) x 2 sisi. Tapi kenyataan dilapangan bangunan TPT sebelah kanan pendek, dan sebelah kiri lebih panjang sekitar 30 meter. Hal ini menjebabkan jalan masih amburadul. Warga curiga pengerjaan tidak sesuai perencanaan. Karena kenyataan dilapangan aneh, jalan masih amburadul. Masak proyek Rp 350 juta cuman jadinya kayak gini. Harapan saya, aparat penegak hukum turun tangan, tolong diusut kasus ini.” Ujarnya.

Terkait hal tersebut, ketua Tim pengelola kegiatan (TPK) desa Watugaluh, Mujib, ia membantah hal tersebut, proyek itu tidak mangkrak, pekerjaan sudah dilaksanakan sesuai RAB (Rencana anggaran belanja) proyek. “Memang anggaranya sebesar Rp 350 juta, bangunan TPT itu sudah selesai dan tidak mangkrak, sudah dilaksanakan sesuai aturan yang ada.” Kata Mujib, dikantor Desa Setempat. Selasa (6/4/2021).

“Saya biasanya sama Pak Romlan (Romlan Notaris yang buka praktek di simpang 3 samping kampus UNDAR Jombang). Coba saya foto, nanti saya bilang Pak Romlan. Kalau mau tahu saya tanya saja sama Pak Romlan,” Kata Mujib, sambil mengarahkan camera Hp nya mengambil gambar (Memfoto) wartawan NusantaraPosOnline.Com yang sedang minta klarifikasi. “Saya foto, ini nanti saya bilangkan ke Pak Romlan” Ujar Mujib.

Tak hanya itu Mujib juga memanggil (mengundang) 3 orang temanya untuk datang kekantor desa, untuk mengrudug wartawan NusantaraPosOnline.Com, yang sedang minta klarifikasi. Dari 3 orang yang dipanggil ke Kantor desa, diketahui satu orang  bernama Hadi Purnomo.

Ditempat yang sama, Hari Purnomo, juga angkat bisa membantah tudingan tersebut. “Saya disini sebagai ketua LPMD. Untuk bangunan TPT itu sudah dikerjakan sesuai RAB, dan sudah tidak ada masalah. Sampeyan (kamu) masak tidak tahu saya. Saya ini yang biasa demo-demo di Jombang.” Ucap Hadi Purnomo.

Ditempat yang sama Kades Watugaluh, Feryanto, juga kompak membantah anggaran proyek TPT tersebut mangkrak. “Proyek ini tidak mangkrak. Anggaran pembangunan memang menghabiskan anggaran Rp 350 juta. Dengan anggaran tersebut sudah kita laksanakan sesuai anggaran yang ada. Memang bangunan TPT yang sebelah kanan pendek, dan sebelah kiri lebih panjang. Jadi bukan mangkrak.” Kata Feryanto.

Proyek TPT di desa Watugaluh yang dibiayai BKK APBD Jombang 2020 sebesar Rp 350 juta. Yang mangkrak, dan belum berfungsi maksimal. Senin (5/4/2021)

Ia menambahkan, bahwa bangunan tersebut tidak amburadul “Dilokasi proyek banyak batu-batu sisa material bangunan jadi bukan amburadul. Saya siap mempertangung jawabkan, dilaporkan kemanapun saya tidak takut, karena anggaranya Rp 350 sudah dilaksanakan semua sesuai perencanaan. Saya baru saja ada acara sama Pak Kapolres, sama Pak Kajari, tadi di Pemda.” Ucap Kades Feryanto.

Terkait masalah bangunan dikerjakan pada Januari 2021, untuk masalah itu salahkan saja Pemkab Jombang. “Memang desa Watugaluh mendapat bantuan BKK Rp 350 juta, nilai tersebut paling besar se Kabupaten Jombang. Tapi baru cair akhir Desember 2020. Jadi jangan salahkan saya, mengerjakan proyek Januari 2021. Salahkan saja Pemkab, dan tanyakan saja kePemkab kenapa BKK 2020 baru dicairkan Desember 2020.” Kata dia.

Ditempat terpisah, Notaris Romlan, SH, saat dimintai konfermasi, melalui telpon seluler, ia mengaku tidak kenal dengan Mujib (ketua TPK desa Watugaluh). “Saya tidak kenal dengan Mujib, dan saya tidak ada hubunganya sama sekali dengan proyek TPT desa Watugaluh.” Kata Romlan, melalui sambungan telpon. Selasa petang (6/4/2021).

Romlan malah balik bertanya “Mujib siapa, orang mana (warga desa apa) ? Tapi yang jelas saya tidak tahu menahu tentang proyek TPT desa Watugaluh.”  Tutur Romlan. (Rin/Why)

Pengerjaan TPT Rp 350 Juta Desa Watugaluh Amburadul Sarat Penyimpangan

Diberitakan sebelumnya, proyek TPT di Desa Watugaluh, serat penyimpangan. Pasalnya, proyek dikerjakan asal-asalan, kondisi proyek dilapangan amburadul, dan mutu pekerjaan mengabaikan standar konstruksi. Sehingga mutu dan azas manfaat bangunan tidak sesuai perencanaan.

Sumber setempat mengungkapkan proyek TPT tersebut saat ini mangkrak, tak sesuai harapan warga, bangunan tak berfungsi dengan baik. Karena diduga telah terjadi penyimpangan, diantaranya, pekerjaan diduga dikerjakan tidak sesuai volume.

“Volume TPT seharusnya (166 x 1,5 x 0,6) x 2 sisi, namun fakta dilapangan  ada sekitar 30 m pekerjaan TPT tidak diselesaikan. Pekerjaan pengurugan tidak terselesaikan 100 persen, sehingga jalan yang dibangun TPT nampak amburadul dan jalan tidak bisa berfungsi atau dilewati warga. Kualitas bangunan TPT bermutu rendah, kuat dugaan mortar (adonan semen atau luluh) yang digunakan untuk pengikat pasangan batu tidak sesuai spesifikasi, hal itu terlihat jelas dilapangan TPT tersebut gampang pretel.” kata sumber yang enggan disebut namanya.

Tak hanya itu menagemen pengolahan administrasi pembangunan TPT juga ngawur,  dipapan proyek tertulis tanggal pengerjaan dimulai 21 Desember 2020 – 9 Februari 2021, fakta dilapangan proyek baru dikerjakan pada Januari 2021 dan pada Februari 2021 pengerjaan terhenti sampai hari ini mangkrak.

“Administrasi proyek ini ngawur, proyek didanai BKK dari dana APBD 2020, namun  bangunan dikerjakan pada 2021. Padahal APBD Jombang hanya berlaku dari tanggal 1 Januari – 31 Desember 2020, jadi anggaran 2020 tidak terserap harus di kembalikan ke Kas Desa (masuk dalam Silpa). Artinya dasar hukum pelaksanaan proyek TPT ini ditahun 2021 adalah abal-abal.” Ujar warga yang wanti-wanti namanya tidak disebutkan. (Rin/Why)

Check Also

PT Bangun Perkasa Adhitama sentra Jombang, Didemo Warga

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Puluhan warga yang berasal dari tiga desa, yakni, Desa Manduro, Desa Pengampon, dan Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!