godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Senin , November 30 2020
Home / Daerah / Diduga Stres Akibat Himpitan Ekonomi, Suami Bacok Istri Hingga Tewas
TKP di Desa Talang Mulia, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau

Diduga Stres Akibat Himpitan Ekonomi, Suami Bacok Istri Hingga Tewas

PEKANBARU, NusantaraPosOnline.Com- Diduga stres akibat himpitan ekonomi, Jumadi warga Desa Talang Mulia, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, nekat membunuh istrinya, Putri Puspita Sari. Korban dibacok menggunakan parang ketika melipat pakaian yang baru saja dijemur.

Pembunuhan itu di luar dugaan keluarga korban. Pasalnya, pria berusia 29 tahun itu sempat ngobrol baik-baik dengan istri dan mertuanya di belakang rumah, tempat mereka tingal.

“Usai berbicara itu, pelaku langsung menganiaya istrinya dari belakang hingga meninggal dunia,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo, Minggu malam, (25/2/2018).

Guntur menerangkan, kejadian yang menggemparkan warga Desa Talang Mulia, Kecamatan Batang Cenaku, tersebut terjadi pada 25 Februari 2018 sekitar pukul 09.00 WIB.

Kala itu, istri dan orang tuanya duduk di belakang rumah. Korban yang sedang melipat kain jemuran di atas kursi, didatangi pelaku dan disaksikan oleh mertuanya.

Di sana, Jumani meminta maaf kepada istri dan mertuanya. Dia menyatakan bertobat atas perbuatannya selama ini dan minta dicarikan guru agama untuk belajar mengaji.

“Mungkin mereka selalu bertengkar karena perbuatan pelaku dan akhirnya minta maaf, menyatakan tobat serta ingin belajar mengaji,” Kata Guntur.

Melihat keseriusan suaminya, Rina menerima permintaan maaf itu sambil menyebut akan mencari guru ngaji. Jumadi lalu kemudian pergi ke dapur untuk mengambil parang yang sudah disiapkan oleh pelaku.

Tanpa curiga, korban tetap beraktivitas seperti biasa sambil berbicara dengan orang tuanya. Tanpa aba-aba, pelaku dari belakang langsung mengayunkan parang ke leher bagian belakang sang istri.

Seketika itu korban roboh dan sontak orangtuanya berteriak. Warga berdatangan memberikan bantuan untuk membawa korban ke klinik terdekat, tapi tak tertolong karena kehabisan darah.

“Pelaku yang tidak lari langsung ditangkap warga, selanjutnay kemudian diserahkan ke polisi. Kejiwaan tersangka akan diperiksa. Sementara, motifnya karena himpitan ekonomi,” ucap Guntur. (jun)

Check Also

Hamili Janda, Perangkat Desa Di Ponorogo Didemo Warganya

PONOROGO, NusantaraPosOnline.Com-Ratusan wargadi Desa Purwosari Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, melakukan aksi demonstrasi di halaman kantor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!