godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Senin , Januari 18 2021
Home / Investigasi / Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Drainase di Desa Blimbing, Dikeluhkan Warga
Bangunan Drainase beton, Desa Blimbing yang sedang dalam pengerjaan, dibiayai dari Dana desa tahan 2019 sebesar Rp112.841.000. Rabu (7/8/2019) foto : Dewi

Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Drainase di Desa Blimbing, Dikeluhkan Warga

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek pembangunan drainase beton yang berlokasi di RW 06 Dusun Karangri, Desa Blimbing, Kec Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa timur.  Volume pekerjaan 11,09 M2, yang dibiayai dari Dana desa tahun 2019 sebesar Rp 112.841.000. Dikeluhkan masyarakat setempat, pasalnya bangunan dikerjakan asal jadi.

Dari pantauan NusantaraPosOnline.Com dilapangan,  bangunan drainase tersebut sepanjang 330 m, berbahan cor,  dengan metode pengerjaan pengecoran ditempat. Namun pengerjaan diduga dilakukan asal jadi. Ada beberapa pekerjaan yang dilaksanakan diduga tidak sesuai dokumen perencanaan, misalnya pada lantai kerja seharusnya di beri urugan pasir, namun kenyataanya dilapangan tidak diberi urukan pasir, Pada pekerjaan pembesian tidak mengunakan besi beton yang sesuai standar SNI. Yang dipasang di lapangan (proyek) malah mengunakan besi banci.

Sehingga ada pengurangan spesifikasi mutu dan urugan besi beton, dilapangan ditemukan pemasangan besi beton seharusnya mengunakan besi beton spesifikasi 10 mm, malah yang dipasang besi 8 mm. Dan pembesian yang seharusnya mengunakan besi 8 mm tapi, yang dipasang dilapangan besi beton 6 mm.  Jadi ada indikasi pengurangan spesifikasi besi yang digunakan.

Yang lebih parah lagi pemasangan besi beton tesebut, juga diduga tidak sesuai dengan gambar perencanaan, dilapangan ditemukan pemasangan besi yang jaraknya sangat jarang, dan jaraknya tidak sama, yakni pemasangan besi ada yang berjarak kisaran 30 cm, ada yang berjarak 50 cm – 80 cm. Kuat dugaan pemasangan pembesian yang jaraknya, terlalu jarang dan tidak beraturan, untuk mengurangi  pengunaan besi, dengan tujuan untuk mendapat keuntungan dari pencurian pengurangan volume pengunaan besi beton.

Bangunan Drainase beton, Desa Blimbing yang sedang dalam pengerjaan, dibiayai dari Dana desa tahan 2019 sebesar Rp112.841.000. Nampak pemasangan besi beton yang tidak SNI dipasang jaraknya sangat jarang dan berjarak tidak sama. Rabu (7/8/2019) foto : Dewi

Tak hanya itu kayu begisting yang seharusnya mengunakan kayu kelas III malah banyak mengunakan triplek, dan kayu seadanya.

Menurut AN warga setempat, saya terpaksa melaporkan proyek ini kepada wartawan, karena pengerjaan proyek yang dibiayai dari Dana desa ini ngawur.

“Besi beton yang digunakan dikurangi semua mutunya, yang seharusnya besi 10 mm, diganti besi banci ukuran 8 mm. Besi yang seharusnya 8 mm dikurangi menjadi besi beton 6,7 mm. Seharusnya mengunakan besi SNI tapi malah mengunakan besi banci yang tak sesuai SNI. Ini kan ngawur.” Kata AN kepada NusantaraPosOnline.Com. Rabu (7/8/2019).

Contoh jarak pemasngan besi beton yang jaranya sampai 70, 5 cm

Menurut AN, sudah ukuran besi dicuri (Dikurangi) pemasangan pembesianyapun juga jarang-jarang. Mengaduk semen juga dilakukan secara manual, dan ada pengurangan campuran semen. Jadi bangunan drainase tersebut dipastikan berkualitas buruk.

“Memang pelaksanaan proyek fisik Dana desa, desa Blimbing dari tahun ketahun dikerjakan semau Kades. Karena jarang ada pengawasan dari Dinas, maupun dari LSM dan media. Lokasi desa Blimbing, ini berada di perbatasan Jombang-Mojokerto, jadi sering luput dari pengawasan Pemkab Jombang, wartawan, dan Lsm.” Katanya.

Menurut beberapa tukang yang keberatan disebutkan namanya, mereka membenarkan bahwa besi yang dipasang bukan besi 10 mm dan bukan besi 8 mm.

“Besi yang dipasang adalah besi banci, yang tidak sesuai SNI. Jadi memang yang dipasang bukan besi 10 mm, dan 8 mm.” Kata sang tukang, yang menolak menyebutkan namanya.

Terkait hal tersebut Kepala desa Blimbing, Moch Cholidi, saat hendak dimintai konfirmasi dikantornya, ia mengaku sedang tidak ada dikantor desa.

Contoh jarak pemasngan besi beton yang jaranya

“Saya sedang tidak dikantor desa, sedang ada urusan keluarga. Saya mau menghitankan anak saya, jadi sekarang saya sedang mengantar surat undangan. Nanti kalau saya datang saya panggil ketua Tim pelaksana kegiatan (TPK) nya.” Kata Cholidi, Rabu (7/8/2019). Melalui sambungan ponsel.

Ketua TPK desa Blimbing, Sutaman, saat dimintai konfirmasi, ia mengaku masih ada urusan keluarga. “Saya masih dirumah sakit, ada keluarga yang sakit.  Nanti saya cek dulu dilapangan.” Kata Sutaman singkat, Rabu (7/8/2019) melalu sambungan ponsel. (Rin/why/dw)

Check Also

Proyek Gedung MAN 4 Denanyar Rp 5,5 M, Dikerjakan PT Cipta Prima Selaras Tanpa Papan Nama

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek Pembangunan Gedung Pusat Layanan Keagamaan Terpadu MAN 4 Jombang, yang berada Jl. KH. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!