JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, masih melanjutkan normalisasi saluran irigasi. Kini giliran saluran sekunder caruban yang berlokasi di desa Sukosari Kecamatan Jogoroto Jombang, dilakukan normalisasi.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang Bayu Pancoroadi menuturkan, saat ini pihaknya sedang melaksanakan kegiatan normalisasi saluran sekunder caruban yang berlokasi di desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto.
“Panjang saluran irigasi sekunder yang dilakukan normalisasi tersebut sepanjang 1.060 meter. Saat ini sedang dalam tahap pengerjaan. Program normalisasi ini, untuk meningkatkan kinerja jaringan irigasi, meningkatkan kapasitas saluran dan menanggulangi terjadinya genangan akibat luberan air hujan.” Tutur Bayu. Sabtu (21/5/2022)

Bayu menyebutkan, kegiatan normalisasi saluran ini juga untuk mengurangi resiko bencana banjir di pemukiman warga, yang bermukim disekitar saluran sekunder tersebut. Sambung Bayu.
Selain itu, bertujuan untuk melancarkan air ke lahan sawah milik warga. Dengan aliran air yang lancar, menyebabkan hasil pertanian masyarakat maksimal.
“Pekerjaan normalisasi saluran sekunder ini di antaranya meliputi galian alur saluran, pengerukan penampang saluran irigasi sekunder. Dalam pengerjaan normalisasi ini, menggunakan alat berat, yaitu backhoe yang digunakan untuk mengeruk material tanah ataupun sampah yang ada di dalam saluran sekunder. Agar saluran sekunder bisa berfungsi dengan baik.” Ungkap Kepala dinas PUPR Jombang.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya juga rutin melakukan normalisasi. Kami juga berharap masyarakat dapat ikut andil dan menjaga kebersihan serta kelancaran air. Sebab nantinya itu akan kembali pada masyarakat itu sendiri.
“Jadi dengan kegiatan normalisasi ini, diharapkan saluran irigasi menjadi lancar lahan pertanian atau sawah milik warga terbebas dari kekurangan pasokan air, dan agar warga terbebas dari banjir ketika memasuki musim penghujan. Hal ini kita lakukan, sebagai salah satu wujud, perhatian Pemkab Jombang pada masyarakat, khususnya para petani.” Ujarnya. (Ris/Snt)











