godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Februari 16 2020
Home / Nasional / Dinilai Ada Kejanggalan DPRD DKI Ancam Setop Anggaran Revitalisasi Monas
Proyek revitalisasi Monas tahun

Dinilai Ada Kejanggalan DPRD DKI Ancam Setop Anggaran Revitalisasi Monas

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, mengaku sangat terkejut dengan progres proyek revitalisasi Monas.

Dia juga mengaku mencium ada yang janggal dalam proyek yang ditangani Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta tersebut.

Kejanggalan tersebut ditemukan Prasetio saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek revitalisasi Monas yang berada di Kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020).

Di hadapan Kepala seksi Pelayanan Informasi UPK Monas, Irfal Guci, Prasetio yang ditemani anggota DPRD dari fraksi PDI Perjuangan, Pantas Nainggolan dan Pandapotan Sinaga, mereka melakukan pantauan langsung proyek revitalisasi Monas.

“Setelah melakukan Sidak lansung dilapngan, saya sangat kaget melihat situasi dan kondisi dilapangan. Karena proyek revitalisasi Monas yang saya anggarkan kok beda dengan pemikiran saya,” Kata Prasetio di lokasi proyek revitalisasi Monas, Senin (27/1).

Prasetio juga mengaku curiga dan mengendus ada indikasi yang tidak wajar dalam proyek revitalisasi yang ditangani Pemprov DKI melalui Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) tersebut.

“Kalau kenyataannya seperti ini pasti enggak akan saya kasih. Nah di sini juga ada suatu keanehan. Seharusnya kan rencananya dulu, berapa anggarannya, baru dianggarkan. Ini enggak, dibuat anggarannya dulu, baru perencanaan. Ini terbalik,” jelas Prasetio.

Atas temuan ini, dalam waktu dekat, Prasetio akan memanggil pihak terkait untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Bahkan dirinya pun mengancam akan menyetop perancangan anggaran revitalisasi untuk ke depannya. “Saya enggak mau bahas kalau dia tidak menghargai saya. Pemerintah daerah itu ada dua loh, Eksekutif dan Legislatif. Harus diajak ngomong bareng, duduk bareng,” kata dia. (bd)

Check Also

Kualisi : KPK Bukan Lagi Suram, Tapi Memasuki Fase Kehancuran

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sedang memasuki fase …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *