godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , November 24 2020
Home / Investigasi / Habiskan APBD. Diambil Alih Kemenhub, 2 Jembatan Timbang Malah Hancur, Mangkrak, Dan Jadi Tempat Kencing
Jembatan timbang Mojoagung yang tidak terawat, bangunan hancur, mangkrak, dan jadi tempat kencing.

Habiskan APBD. Diambil Alih Kemenhub, 2 Jembatan Timbang Malah Hancur, Mangkrak, Dan Jadi Tempat Kencing

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Baru dibangun dengan APBD Jatim, kondisi bangunan dua jembatan timbang yang berlokasi di Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang, dan di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, sangat memprihatinkan.

Pasalnya sejak dua jembatan timbang tersebut diambil alih dan dikelola oleh Kementrian perhubungan (Kemenhub) pada tahun 2016, kondisi bangunannya malah justru tidak terawat. Bangunan-bangunan banyak yang hancur atau rusak, dan mangkrak.

DIDJEN PHB DARAT : Salah satu bangunan pos yang ada diarea jembatan timbang mojoagung yang rusak parah.

Koordinator Lsm Aliansi rakyat anti korupsi (Lsm Arak) Safri nawawi, mengatakan sebelumnya dau jembatan yang ada di Kecamatan Trowulan, dan di Kecamatan Mojoagung, tersebut sudah puluhan tahun dikelola oleh Pemerintah provinsi Jatim, melalui Dinas perhubungan (Dishub) Jatim.

“Sudah puluhan tahun dua jembatan timbang tersebut dikelola dan dioperasikan oleh Dishub Jatim. Setahu saya pada tahun 2015 dan 2016 Dishub Jawa timur, mengucurkan anggaran puluhan milyar dari APBD Jatim 2015 dan 2016 untuk pembangunan diantarnya untuk  Peningkatan Jalan Keluar Masuk Jembatan Timbang; Pembangunan Area Penumpukan Jembatan Timbang; dan untuk pembangunan Mess Petugas Jembatan Timbang.” Kata Safri. Jum’at (26/6/2020).

Setelah dibangun 2015 dan 2016 dengan APBD Jatim, Menurut Safri, barulah dua jembatan timbang tersebut diambil alih dan dikelola oleh Kemenhub RI, melalu Satuan kerja (Satker) Balai pengelolaan transportasi darat wilayah XI Jatim.

DIRJEN PHB DARAT : Bangunan mes penjaga jembatan timbang mojoagung dibangun 2016 belum pernah digunakan sekarang sudah hancur.

“Tanggal 27 juni 2016, Budi Karya Sumadi dilantik Jadi Menhub, menggantikan Ignasius Jonan. Nah diera Budi karya Sumadi tahun 2016 Kemenhub mengeluarkan aturan, semua jembatan timbang diambil alih dan dikelola oleh Kemenhub. Termasuk jembatan timbang Kecamatan Trowulan, dan Kecamatan Mojoagung, ikut diambil alih Kemenhub.” Kata Dia.

Menurut Safri, sejak diambil alih oleh Kemenhub, jembatan timbang Kecamatan Trowulan, dan Mojoagung, sampai sekarang mangkrak. Kondisi bangunan tidak terawat, rusak, bahkan hancur. “Kondisi bangunan yang ada di dua jembatan timbang tersebut banyak yang hancur, dan tidak terawat lagi. Bahkan jadi tempat kencing.” Ujar Safri.

Safri menjelaskan, bangunanMess Petugas Jembatan Timbang di dua jembatan timbang tersebut yang selesai dibangun dengan APBD Jatim 2016, mengalami kerusakan parah, pintu jebol, kamar mandi bocor tak bisa dipakai, pipa paralon pembungan dari kamar mandi lantai dua bocor masuk sehingga air yang dibuang bekas mandi dan bekas kotoran dari kloset banyak yang meluber kelantai bawah (lantai 1), kondisi bangunan banyak yang retak, cat tembok terkelupas akibat bocor, dan tidak terawat.

KEMENHUB : Nampak bangunan tempat parkir sepeda motor yang sudah hancur, atap sudah tidak ada.

Bangunan parkir sepeda motor di jembatan timbang Mojoagung yang baru dibangun 2016, atap bangunan sudah banyak yang rusak dan hilang, kondisi bangunan jorok dan tak terawat. Lampu-Lampu solar cell di dua jembatan timbang tidak ada yang menyala (Semuanya mati) karena high power litium atau battrey lampu-lanpu solar cell tesebut sudah lenyap atau hilang.

Tak hanya itu, pada bangunan pos yang ada di jembatan timbang, sudah hancur, atap bangunan ambruk. Pada perangkat mekanik tempat menimbang kendaaraan juga sudah terlihat kotor dan dimakan karat. Kondisi bangunan memprihatinkan. “Situasinya dua jembatan timbang tersebut  malam hari terlihat mencekam, karena tak ada lampu solar cell, tidak ada yang menyala lagi. Jadi sejak diambil alih Kemenhub dua jembatan timbang tersebut belum pernah dioperasikan lagi, malah bangunan jembatan timbang tersebut, rusak, hancur, mangkrak, dan jadi tempat kencing.” Kata Safri.

Safri mengaku heran, seharusnya dengan diambil alihnya jembatan timbang tersebut bisa lebih baik malah justru sebaliknya. “Indonesia yang tengah sibuk berbenah gencar memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Tapi justru kinerja Kemenhub tidak terlihat pada saat mangambil alih pengelolaan jembatan timbang Trowulan, dan Mojoagung. Dua jembatan timbang malah mangkrak, bangunan hancur, tidak terawat dan hancur.

JEMBATAN TIMBANG KEMENHUB : Nampak lampu solar cell dilokasi tak ada yang menyala, nampak juga sopir yang berhenti untuk kencing di jembatan timbang Mojoagung.

Safri menyebut, ini bagian cerminan buruknya kinerja Kemenhub. “Kami selaku rakyat yang membayar pajak,  sangat menyayangkan hal ini. Hal ini pasti merugikan masyarakat, pelayanan masyarakat juga terganggung. Kami berharap Inspektorat Jenderal Kemenhub bertindak tegas kepada kepala Satker yang mengurusi dua jembatan timbang tersebut.” Tegasnya.

Sementara itu, menurut Agus, salah seorang warga kecamatan Trowulan, Jombang, ia mengatakan sering nongkrong diwarung dekat jembatan timbang Trowulan, sejak 2016  sampai sekarang jembatan timbang sudah tidak beroperasi lagi.

“Kalau malam sangat gelap, hanya ada lampu kecil mungkin hanya lampu lima waat yang menyala dalam kantor jembatan timbang. Bangunan yang ada disana mubazir, sudah banyak yang rusak dan tidak terawat lagi. Kalau untuk ditempati atau dioperasikan lagi, pasti membutuhkan biaya yang banyak untuk perbaikan gedung, dan juga mungkin perangkat mekanik untuk menimbang kendaraan mungkin juga sudah rusak.” Kata Agus. Kamis (25/6/220) Petang.

JEMBATAN TIMBANG KEMENHUB : Nampak lampu solar cell dilokasi tak ada yang menyala, nampak juga sopir yang berhenti untuk kencing di jembatan timbang Mojoagung.

Menurut, Agus, kerusakan bangunan tersebut karena tidak ditempati, tidak dirawat, dan tidak dioperasikan. “Bahkan bangunan berlantai II untuk mes petugas jembatan yang dibangun 2016 lalu juga sudah rusak parah, padahal belum ditempati sama sekali. Uang rakyat hanya dihambur-hamburkan tidak ada manfaat. Masak bangunan dibangun 2016 tidak ditempati sama sekali, sekarang sudah hancur. Ini pemborosan  anggaran negara.” Kata Agus.

Ia menambahkan, meski jembatan timbang tersebut tidak dioperasikan, tapi kadang ada sopir truk yang berhenti di rest area jembatan timbang, untuk beristirahat, dan kadang hanya sekedar kencing (Pipis) diarea jembatan timbang. “Sayang sekali uang pajak dari rakyat cuma dibuang-buang sia-sia.” Imbuh Agus. (Rin/Why)

Check Also

Sedot APBD 2018 Rp 1,2 M Jembatan Bambu Mangrove Mangkrak

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Janji Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini untuk menjadikan Jembatan Bambu yang bereda di Kawasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!