godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , Juni 22 2021
Home / Hukrim / Hampir 2 Tahun Jadi Tersangka, Suliestyawati Eks Kadispertan Mojokerto Akhirnya Ditahan
Mantan Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto, Suliestyawati, digelandang petugas ke Lapas Klas IIB Kota Mojokerto. Kamis (27/5/2021)

Hampir 2 Tahun Jadi Tersangka, Suliestyawati Eks Kadispertan Mojokerto Akhirnya Ditahan

MOJOKERTO, NusantaraPosOnline.Com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto, akhirnya menahan mantan Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, Suliestyawati.  

Suliestyawati, merupakan tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan irigasi air tanah dangkal, di Disperta Kabupaten Mojokerto tahun anggaran 2016, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 474 juta pada. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Mojokerto pada 10 Oktober 2019 silam. Namun baru ditahan pada hari ini (kamis 27/5/2021)

Wanita berhijab ini, ditahan sekitar pukul 09.45 WIB. Usai menjalani pemeriksaan di lantai dua salah satu ruang penyidikan Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Mojokerto, sebelum akhirnya ia digelandang petugas ke Lapas Klas IIB Kota Mojokerto.

Kepala Kejaksaan Negri Kabupaten (Kajari) Mojokerto, Gaos Wicaksono, mengtakan penahanan ini, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kajari Kabupaten Mojokerto, Nomor Print-299/M 523/Fd 1/03-2021 tanggal 02 Maret 2021. Sebelumnya, Suliestyawati ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 474 juta pada 10 Oktober 2019 silam.

“Hari ini kami telah melakukan pemeriksaan tersangka atas nama Ir Suliestyawati dan melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan. Tersangka ditahan 20 hari pertama di Lapas Klas IIB Kota Mojokerto.” kata Wicaksono, Kamis (27/5/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan diketahui, pagu anggaran proyek pembangunan irigasi sumur dangkal pada Disperta Kabupaten Mojokerto, tahun anggaran 2016 ini sebesar Rp 4,18 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pertanian.

Dalam proses lelang (Tender), disepakati dengan nilai kontrak turun menjadi Rp 3.709.596.000. Tender proyek tersebut dibagi dalam lima paket kegiatan. Sedangkan pekerjan pembangunan proyek sumur dangkal dilakukan pada 38 titik yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Mojokerto.

Untuk satu titik pekerjaan dianggarkan berkisar Rp110 juta. Dalam pelaksanaannya, anggaran yang terserap hanya Rp 2.864.190.000. Dari hasil penyelidikan Kejari dan tim laboratorium bahan kontruksi dan bangunan Fakultas Teknik Sipil ITN Malang ditemukan adanya selisih, atau terjadi pengurangan volume pekerjaan sumur dangkal.

“Atas temuan tesebut, terdapat adanya dugaan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan kegiatan pembayaran kegiatan sumur dangkal Kabupaten Mojokerto tahun anggaran 2016. Sehingga mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp 474.867.674,13,” Terang Kajari Mojokerto.

Wicaksono, menambahkan, dalam kasus ini Suliestyawati dianggap pihak yang paling bertanggungjawab atas munculnya kerugian negara terkait proyek irigasi air tanah dangkal tahun anggaran 2016 di Disperta Kabupaten Mojokerto. Pungkasnya. (Rin)

Check Also

Diduga Tipu Pelanggan, Pedagang Di Jombang Ditangkap Polisi

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Seorang ibu rumah tangga pedagang toko peracangan, Sela putri rahayu (26) warga Dusun Caruban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!