godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Mei 16 2021
Home / Nasional / Heru Hidayat Koruptor Jiwasraya dan Asabri, Miliki Aset 20 Kapal dan 23 Hektar Tanah ?
Kapal raksasa lng aquarius, kapal heru hidayat yang di sita Kejagung

Heru Hidayat Koruptor Jiwasraya dan Asabri, Miliki Aset 20 Kapal dan 23 Hektar Tanah ?

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Kasus megakorupsi Jiwasraya dan Asabri Total yang merugian Negara kisaran Rp 40 triliun lebih. Kasus ini telah menyeret banyak orang berpengaruh.

Kejaksaan Agung (Kejagung) menjanjikan kepada rakyat, para pelaku yang terlibat pencurian uang Negara ini akan diburu. Hartanya akan disita untuk mengganti kerugian Negara. Salah satu tersangkanya adalah Heru Hidayat. Dia dikenal sebagai konglomerat tanah air, dan menjabat sebagai pemilik PT Trada Alam Minera Tbk.

Heru, kini tidak berkutik dan menghabiskan sisa umurnya di penjara. Nama Heru Hidayat kembali terlibat dalam dugaan kasus korupsi besar, kali ini dengan kasus PT Asabri (Persero).

Sebelumnya, Heru Hidayat terbukti bersalah dan telah dijatuhi vonis hukuman penjara seumur hidup dalam kasus skandal tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Dari dua kasus besar korupsi merugikan negara puluhan triliun rupiah itu, belakangan tim Kejagung telah menyita aset Heru Hidayat, yakni 20 kapal dan 23 hektare tanah.

Satu dari 20 kapal milik Direktur PT Trada Alam Mineral (TRAM) Heru Hidayat, adalah kapal pengangkut gas alam cair atau Liquefied natural gas (LNG) terbesar di Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Direktorat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Febrie Adriansyah. Menyebutkan bahwa Heru Hidayat merupakan Direktur PT Trada Alam Minera. Ia memiliki aset-aset yang kini disita Kejagung.

“Ada 20 kapal disita, kasus Asabri punya HH (Heru Hidayat). Kejar kemana dapat,” kata Febrie di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Selasa (9/2/2021) malam.

Febrie menjelaskan, satu di antara 20 kapal yang disita bahkan diyakini sebagai kapal pengangkut gas alam cair atau Liquefied natural gas (LNG) terbesar di Indonesia.

“Kapalnya 1 (unit) terbesar di Indonesia untuk angkut LNG. Posisinya masih bersandar di wilayah Indonesia semua,” pungkasnya.

Tak hanya itu, kata Febrie, penyidik juga telah menyita tanah milik Heru Hidayat. Luas bidang tanah yang disita oleh penyidik sekitar 23 hektare. “Kami juga menyita tanah 23 hektare. Kalau yang lain-lain itu belum lah. Yang sekarang penyidik dapat kapal 20 unit, punya Heru Hidayat udah disita. Macam-macam jenisnya,” tandas dia 

Heru Hidayat memang terlibat dalam kasus besar korupsi yang ditangani Kejagung

Jaksa Agung RI Sanitiar (ST) Burhanuddin mengungkap kasus Jiwasraya dan Asabri menjadi rekor tertinggi yakni sebesar Rp 16,81 triliun dan Rp 23,7 triliun.

Ditambah lagi, Jaksa Agung menjerat Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro menjadi tersangka dalam dua kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri. Dalam kasus Jiwasraya dua pelaku ini sudah divonis oleh pengadilan.

“Dua orang ini pemain di saham. Semua orang pemain saham pasti kenal dengan dua orang ini. Dua orang ini sudah jagoannya di situ,” Ucap Burhanuddin dalam Program Special Interview With Caludius Boekan: Sikat Koruptor, Ekonomi Pulih di Berita Satu TV, Jumat (5/1/2021) malam.

“Begitu kita lakukan tindakan, mereka pada kagum. Mereka pada bilang ‘Hebat. Berani ya.’ Itu yang pertama kali saya dapatkan,’berani ya.’ Itu mungkin karena mereka orang kuat, dua orang ini di pemain saham,” Terang Jaksa Agung.

Jaksa Agung menilai dua tersangka ini adalah pelaku utama di kasus dugaan korupsi di Asabri dan Jiwasraya, dengan modus yang tidak terlalu jauh berbeda.

Kasus korupsi Asabri menyeret sejumlah nama, dari mantan jenderal hingga pentolan perusahaan pengelola aset.

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan perhitungan sementara kerugian negara pada kasus PT Asabri (Persero) tembus Rp 23,7 triliun. Saat ini, kerugian negara tengah dihitung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Jadi jumlah taksiran sementara kerugian negara di kasus korupsi Asabri ini melampaui kerugian negara dalam skandal korupsi Jiwasraya sebesar Rp 16,81 triliun.

Pada Rabu (3/2/2021), Jaksa penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung menetapkan delapan tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri.

“Delapan orang tersangka diantaranya adalah, dua orang mantan dirut PT Asabri beinisial ARD (Purnawirawan Letnan Jendral Adam Damiri), SW (Purnawirawan Letnan Jendral Adam Damiri)” Kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Tersangkalain yakni mantan Direktur berinisial HS (Hari Setiono), Mantan direktur keuangan PT Asabri berinisial BE (Bachtiar Efendi), mantan kepala Divisi Investasi Asabri berinisial IWS.

Selanjutnya tiga tersangka dari pihak swasta yaitu Dirut PT Prima jaringan berinisial LP; Pemelik PT Hason International Tbk berinisial BT (Benny Tjokrosapotro); dan  Komisaris utama PT Trada alam Minera Tbk, berinisial HH (Heru Hidayat) ,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (Bd)

Check Also

TWK Pegawai KPK, Ada Yang Ditanya Soal Menikah, Hinga Mau Tidak Jadi Istri Kedua

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Seorang pegawai KPK yang ikut Tes wasan kebangsaan (TWK) diduga mendapat perlakuan yang tidak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!