godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Senin , November 23 2020
Home / Investigasi / Kades Tejo, Batalkan Tukar Guling TKD
Kepala desa Tejo, H Untung SH (baju batik), ikut bersama warga bergotong royong, bersama PSID Jombang memperbaiki lapangan sepak bola desa Tejo, Minggu (11/3/2018)

Kades Tejo, Batalkan Tukar Guling TKD

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kepala desa (Kades) Tejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa timur, H Untung SH,  resmi membatalkan rencana tukar guling lapangan sepak bola asset merupakan Tanah Kas Desa (TKD) Setempat desa dengan tanah milik warga.

“Rencana tukar guling TKD lapangan sepak bola desa Tejo seluas 6.200 M2, dengan tanah milik salah seorang warga bernama Moch Kholik, seluas 700 M2, saya batalkan. Pembatalan tersebut sudah melalui rapat desa.” Kata Untung, Kepala desa Tejo. Minggu (11/3/2018).

Menurutnya Untung,  pada tanggal 14 Januari 2018 lalu, sudah ada rapat desa membahas tukar guling TKD (lapangan sepak bola) Tejo seluas 6.200 M2, dengan tanah milik Moch Kholil, warga desa setempat, seluas 700 M2. Saat rapat tersebut, perangkat desa dan beberapa anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sudah ada yang menyetujui tukar guling tersebut.

Kepala desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, H Untung SH (baju batik), dilokasi lapangan sepak bola, bersama warganya dan PSID Jombang bergotong-royong, memperbaiki lapangan sepak bola, Minggu (11/3/2018)

“Namun rapat tanggal 14 Januari 2018 tersebut belum keputusan final. Dan saya belum mengeluarkan Surat keputusan (SK) tukar guling tersebut. Setelah kami lakukan evaluasi bersama tentang rencana tukar guling tersebut, ternyata warga masih meginginkan dan membutuhkan lapangan sepak bola tersebut, maka rencana tukar guling tersebut kami batalkan.” Pungkas Untung, Minggu, saat ditemui dalam acara kerja bakti bersama warganya di lapangan sepak bola desa Tejo.

Saat ditanya, lapangan sepak bola tersebut, sempat dipasang patok dan dijual kaplingan oleh Kholil ?

“Ya memang benar TKD ini pernah dipasang patok tanah kaplingan, oleh Mohc Kholil, dan sudah ditawarkan ke masyarakat. Tapi saya sudah memanggil Moch Kholil, dan pemerintah sudah memberi penjelasan kepada Kholil, bahwa rencana tukar guling tersebut dibatalkan. Dan Kholil, tidak keberatan rencana tukar guling tanah dibatalkan, dan, Kholil juga bersedia melepas patok-patok tanah kaplingan yang ia (Kholil) pasang.” Tambah Untung.

Sementara itu, menurut, H Moch Kholil, ia mengatakan, saya memasang patok itu pada Januari 2018 lalu, setelah acara rapat tanggal 14 Januari 2018. Karena dalam rapat tersebut ada beberapa perangkat desa dan BPD yang setuju.  Makanya saya pasang patok rencananya memang akan saya jadikan tanah kaplingan.

Pemuda-pemuda desa Tejo, dan PSID Jombang antusias gotong-royong memperbaiki lapangan sepak bola, Minggu (11/3/2018)

“Setelah diberitahu Pak Kades (H Untung), rencana tukar guling tersebut dibatalkan, dan saya oleh Kades diminta untuk melepas patok-patok tanah yang sudah terlajur saya pasang. Karena tidak jadi tukar guling, patok tanah sudah saya lepas. Sejak Jumat (9/3/2018) tidak ada lagi patok dilapangan. Dan saya tidak keberatan tukar guling tersebut dibatalkan.” Kata Kholil, Minggu (11/3/2018).

Untuk diketahui, pada hari rabu 31 Desember 1997 silam, Pemdes Tejo, menjual TKD seluas 700 M2 yang terletak di Dusun Tejo selatan, kepada orang bernama Moch Kholil, warga desa Tejo, seharga Rp 26,5 juta. Setelah dibeli tanah tersebut digunakan oleh Kholil untuk tempat pengeringan padi, dan untuk usaha selep atau mesin pengilingan padi.

Selanjutnya pada hari yang sama (31 Desember 1997) Pemdes Tejo, juga membeli tanah sawah milik KH.Moch Kholil, seluas 6.200 M2, juga terletak di Dusun Tejo Selatan. Seharga Rp 25 juta. Setelah tanah dibeli Pemdes Tejo, tanah seluas 6.200M2 tersebut digunakan untuk lapangan sepak bola milik desa.

Pada Januari 2018 lalu ada rencana, TKD seluas 6.200 M tersebut, dilakukan tukar guling kepada tanah milik Kholil, seluas 700 M2. Namun rencana tukar guling tersebut dibatalkan kepala desa Tejo. Dengan batalnya tukar guling tersebut, maka TKD Tejo seluas 6.200 M2 tetap menjadi asset desa Tejo, dan tanah seluas 700 M2 tetap milik Kholil. (rin/yan)

Check Also

Ada Mafia Hukum Dikasus Limbah B3 Di Jombang

Jombang, Tempat Penampungan Ilegal Limbah B3 Terbesar Di Jatim JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kordinator Lsm Aliansi Rakyat anti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!