Hukrim  

Kemenag Batalkan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah Milik Bapak Gus Bechi Tersangka Pencabulan

Salah satu gapura pintu masuk Ponpes Shiddiqiyyah Jombang, saat dikepung polisi. Kamis (7/7/2022)

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Kementerian Agama (Kemenag) membatalkan pencabutan izin operasional Pondok Pesantren (Ponpes) Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Desa Losari Rowo, Losari, Kec. Ploso, Kabupaten Jombang.

Hal tersebut disampaikan oleh, Menteri Agama (Menag) Ad Interim Muhadjir Effendy. Dalam keterangannya dirinya telah meminta kepada PLH Sekjen Kementerian Agama Aqil Irham untuk membatalkan rencana pencabutan izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah di Jombang.

“Saya sudah meminta Pak Aqil Irham, PLH Sekjen Kemenag, untuk membatalkan rencana pencabutan izin operasionalnya,” kata dia dalam pesan singkat kepada awak media, Senin (11/7/2022).

Muhadjir menyebutkan, bahwa kebijakan tersebut bertujuan agar para santri yang tengah menimba ilmu memiliki kepastian dan dapat belajar kembali.

“Dengan demikian para orang tua santri mendapat kepastian status putra-putrinya yang sedang belajar di Ponpes tersebut. Begitu juga para santri bisa belajar dengan tenang,” Kata Muhadjir.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur.

Menurut Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, nomor statistik dan tanda daftar pesantren Shiddiqiyyah telah dibekukan.

“Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang di dalamnya diduga melakukan pelanggaran hukum berat,” Kata Waryono dikutip dari siaran pers Kemenag RI pada Kamis 7 Juli 2022.

Untuk diketahui Ponpes Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Desa Losari Rowo, Losari, Kec. Ploso, Kabupaten Jombang, milik Kiai Muhammad Mochtar Mukthi, bapak kandung dari Mochammad Subchi Azal Tsani (MSAT) atau Gus Bechi (42 tahun) yang menjadi tersangka kasus pencabulan santriwati.

Gus Bechi, saat ini sedang ditahan di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng untuk menghadapi persidangan atas kasus yang mebelitnya.

Gus Bechi, dinyatakan buron oleh Polda Jatim, sejak pertengahan Januari 2022. Berbagai upaya dilakukan polisi untuk menghadirkan Gus Bechi ke Polda Jatim, namun selalu gagal. Bahkan polisi sudah berulang kali melakukan penjemputan paksa terhadap anak kiai pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah ini, namun selalu gagal, karena mendapat perlawanan dan dihalang-halangi oleh massa pengikut Gus Bechi.

Selanjutnya pada Kamis (7/7/2022) ratusan petugas gabungan dari Polda Jatim dan Polres Jombang, kembali melakukan penjemputan paksa terhadap Gus Bechi, dirumahnya di dalam Ponpes Shiddiqiyyah, juga kembali mendapat perlawanan dari massa pengikut Gus Bechi dan ayahanya. Bahkan polisi mengamankan ratusan orang yang mencoba menghalag-halang polisi, untuk melakukan penjemputan paksa terhadap buronan kasus pencabulan ini.

Namun polisi tetap melakukan pengepungan dan penyisiran beberapa tempat di dalam Ponpes Shiddiqiyyah untuk mencari buronan Gus Bechi.

Setelah sekitar 15 jam dikepung Polisi barulah sang boron kasus pencabulan Gus Bechi, pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB keluar dari persembunyiannya dan menyerahkan diri kepada Polisi. (Why)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!