godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , Juni 22 2021
Home / Nasional / KOMPAKS Minta Kasus Tes Pegawai KPK Diinvestigasi
Ilustrasi dua wanita yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK melakukan aksi solidaritas, di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Kamis (7/2/2019) lalu. (Foto : ANTARA FOTO/Reno Esnir).

KOMPAKS Minta Kasus Tes Pegawai KPK Diinvestigasi

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Pelaksanaan tes alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) menuai kecaman keras dari Gerakan Perempuan dan KOMPAKS (Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual).

Pasalnya Aliansi Gerakan Perempuan menilai ada beberapa pertanyaan tes yang dianggap tidak etis yang bernuansa seksis, mengandung bias agama, bias rasisme dan diskriminasi.

KOMPAKS mencatat empat pertanyaan yang dianggap seksis dan bermuatan pelecehan. Diantaranya mengenai status perkawinan, hasrat seksual, kesediaan menjadi istri kedua, dan hal-hal yang dilakukan saat berpacaran. “Aliansi Gerakan Perempuan menilai pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak berhubungan dengan tugas, peran, dan tanggung jawab seorang pegawai,” tulis KOMPAKS dalam keterangan resmi, Jumat (7/6/2021).

Pertanyaan yang bernuansa seksis karena didasari oleh anggapan yang menempatkan perempuan sebatas pada fungsi dan peran organ reproduksinya dan sangat menghakimi privasi dari pegawai KPK tersebut.

KOMPAKS juga mengemukakan bahwa hal tersebut bertentangan dengan Pasal 28G (1) 1945 dan amandemennya. Mereka menemukan pertanyaan seputar kehidupan menjalankan ajaran agama.

Padahal, agama merupakan hak setiap warga negara dan privasi seseorang yang seharusnya tidak menjadi pertanyaan dalam seleksi pekerjaan.

Ditemukan juga tes yang berisi atas pernyataan rasis. Gerakan perempuan menemukan pernyataan seperti “Semua orang Cina sama saja” atau “Semua orang Jepang kejam.” “Kami mengkhawatirkan pertanyaan yang menunjukkan kriteria pemilihan ASN sangat tidak etis, seksis, dan diskriminatif terhadap kelompok-kelompok tertentu,” terangnya.

Menanggapi kasus ini, terhitung sejak Kamis (07/05/2021), Gerakan Perempuan dan KOMPAKS membuka posko pengaduan untuk memastikan pemenuhan hak perlindungan dan pendampingan korban.

Pengaduan dapat dilaporkan melalui email kompaks@protonmail.com dengan subjek: “Aduan Tes Alih Status Pegawai KPK”. (bd)

Check Also

Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 5 Petinggi Perusahaan

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!