godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , September 18 2019
Home / Nasional / Korupsi Bantuan Likuwiditas BLBI, KPK : Sjamsul Nursalim Dan istrinya, Itjih Nursalim, Diduga Sama-Sama Memiliki Peran.

Korupsi Bantuan Likuwiditas BLBI, KPK : Sjamsul Nursalim Dan istrinya, Itjih Nursalim, Diduga Sama-Sama Memiliki Peran.

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim, sama-sama memiliki peran dalam kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

“KPK menduga yang bersangkutan (Sjamsul dan Itjih) bersama-sama dan memiliki peran dalam perkara dugaan korupsi bantuan Likuiditas BLBI,” kata Febri saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

Namun, Febri tidak menjelaskan secara rincian masing-masing peran Sjamsul dan Itjih dalam kasus tersebut.

“Secara detail, kami belum bisa sampaikan karena proses penyidikan sedang berjalan. Kami belum bisa sampaikan karena ini masih proses penyidikan. Tapi tentu ada peran masing-masing ya, apakah SJN (Sjamsul) ataupun ITN (Itjih) dalam pokok perkara ini,”Kata Febri.

Untuk diketahui, pasangan suami-istri Sjamsul dan Itjih sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi Bantuan Likuiditas BLBI. Pasangan suami-Istri (Pasutri) itu diduga melakukan misrepresentasi terkait dengan piutang petani petambak sebesar Rp 4,8 triliun yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp4,58 triliun. Saat dilakukan Financial Due Dilligence (FDD) dan Legal Due Dilligence (LDD), disimpulkan bahwa aset tersebut tergolong macet dan hanya memiliki hak tagih sebesar Rp220 miliar. Atas perbuatan tersebut, Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (bd)

Check Also

Pemerintah Bakal Larang Ekspor Nikel Per 1 Januari 2020

JAKRTA, NusantaraPosOnline.Com- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) memutuskan melakukan pelarangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *