godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , Oktober 16 2019
Home / Nasional / KPK: Banyak Kepala Daerah Menumpuk Kekayaan Dari Fee Proyek
Juru bicara KPK Febri Diansyah

KPK: Banyak Kepala Daerah Menumpuk Kekayaan Dari Fee Proyek

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Sejak Komisi pemberantasan korupsi (KPK) berdiri sudah ada 107 kepala daerah terjerat kasus korupsi. Jumlah tersebut termasuk yang baru saja tertangkap tangan yakni Bupati Mesuji Khamami. Dia terjerat kasus suap pembangunan proyek infrastruktur didaerah tersebut.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan beberapa kali KPK sering menemui fenomena kepala daerah terjerat kasus suap terkait proyek infrastruktur. KPK pun menyoroti integritas para pemimpin daerah tersebut.

“Banyak suap terkait dengan proyek yang ada di Pemkab. Untuk fee proyek terkait pengadaan dinas PUPR kami lihat cukup banyak faktor yang mengemuka,” Katanya, Sabtu (26/1/2019).

Menurut Febri, banyak perkara kepala daerah menerima suap dari pengusaha yang memang mengerjakan proyek tersebut. Bahkan ada kepala daerah yang mendapatkan uang ‘haram’ dari pengusaha yang sebelumnya membantu biaya politik kampanye.

“Kami juga menduga mereka (kepala daerah) banyak yang menerima dan mengumpulkan fee proyek untuk menumpuk kekayaan. Ini salah satu fenomena yang muncul di kasus korupsi kepala daerah,” Ujarnya.

Disatu sisi Febri tidak menampik bahwa sistem untuk mencegah perbuatan haram para pejabat belum begitu sempurna. Namun, hal itu tentunya bagi KPK tidak bisa menjadi alasan pembenar atas kelakuan kepala daerah untuk korupsi.

“Pasti orangnya bermasalah bahwa sistemnya belum sempurna tentu bisa dipotret dan review melalui proses pencegahan tindak pidana korupsi. Tapi itu bukan alasan pembenar, ya. Seolah-olah kurang dari sistem, maka kita bisa maafkan pelaku korupsi, tidak boleh,” Katnya. (bd)

Check Also

Save KPK, Dukungan Dan Peran Publik

SESUNGGUHNYA upaya memadamkan semangat antikorupsi di tubuh KPK sudah menjadi persoalan yang tak berkesudahan. Pelbagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *