godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , April 20 2021
Home / Nasional / Menteri KKP Diduga Terima Suap Rp 3,4 Miliar
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo

Menteri KKP Diduga Terima Suap Rp 3,4 Miliar

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi pemberantasan korupsi (KPK) telah resmi Menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster.

Wakil Ketua KPK Nawawi, menyebutkan Edhy diduga menggunakan uang suap Rp 3,4 miliar untuk belanja di Honolulu, Hawaii.

“Sebesar Rp 3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan EP (Edhy Prabowo), IRW (Iis Rosyita Dewi, istri Edhy), SAF (staf khusus Menteri KKP Safri) dan APM (staf khusus Menteri KKP Andreau Pribadi Misata),” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango di Gedung Penunjang KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020.

Uang berasal dari pengelola PT Aero Citra Kargo Amri dan Ahmad Bahtiar yang dikirimkan ke staf istri Edhy, Ainul Faqih. Sumber duit rasuah diduga berasal dari perusahaan yang terlibat ekspor benih lobster.

Menurut Nawawi, uang tersebut diduga digunakan berbelanja oleh Edhy dan Iis pada 21-23 November 2020 di Honolulu, Amerika Serikat. Duit yang digunakan antara lain Rp750 juta untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Luis Vuiton, serta baju Old Navy.

Edhy diduga menerima Rp 4,8 miliar dalam kasus tersebut. Uang suap diterima bertahap, yakni Rp 3,4 miliar pada November 2020 dan US$100ribu (Rp1,4 miliar, kurs Rp14.200) pada Mei 2020.

Edhy ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama lima orang lainnya. Mereka adalah Staf Khusus Menteri KP Safri, Staf Khusus Menteri KP Andreau Pribadi Misanta, dan pengurus PT ACK Siswadi. Kemudian istri Staf Menteri KP Ainul Faqih dan Amiril Mukminin.

Dan satu orang tersangka ditetapkan sebagai pemberi suap, yakni Direktur PT DPP Suharjito. Edhy ditangkap di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten dan Depok, Jawa Barat pada Rabu, 25 November 2020 dini hari.

Penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (bd)

Check Also

Curi Barang Bukti Emas Batangan 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Pegawai Komisi pemberantasan korupsi (KPK) berinisial IGAS yang bertugas pada Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!