godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Desember 8 2019
Home / Daerah / Pecah Kaca Mobil, Tas Pak Kades Berisi Dana Desa Rp 350 Juta Digondol Maling
Ilustrasi bandit spesilis pecah kaca mobil

Pecah Kaca Mobil, Tas Pak Kades Berisi Dana Desa Rp 350 Juta Digondol Maling

MUARA ENIM, NusantaraPosOnline.Com-Dana Desa (DD) sebesar Rp 350 juta, milik Desa Gunung Megang Dalam Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara enim, Sumatera Selatan, raib dibawa kabur maling.

Peristiwa itu terjadi bermula saat Kepala Desa Gunung Megang Dalam, Indra Jaya (54) dan stafnya Fauko Rahmad (33) baru saja mencairkan uang Dana Desa di Bank Sumsel Babel Muara Enim, Rabu (27/11/2019) siang, dengan mengendarai mobil.

Di tengah perjalanan , sekitar pukul 13.50, keduanya mampir di toko bangunan di bilangan Jalan Lintas Desa Gunung Megang Dalam. Untuk membayar utang bahan bangunan. Keduanya pun masuk ke toko bangunan dan meninggalkan uang di dalam tas di mobil.

Saat keduanya berada di dalam, mereka mendengar suara hantaman dari arah area parkir mobil. Saat dilihat, dua orang pelaku tengah merusak pintu mobil. Setelah berhasil merusak pintu, salah seorang pelaku mengambil tas berisi uang Rp 350 juta dan melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Kades dan bendahara dibantu warga setempat sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku perampokan tersebut, namun kalah gesit sehingga kedua pelaku berhasil melarikan diri.

Kasat Reskrim Polres Muara Enim Ajun Komisaris Dwi Satya membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah menerima laporan peristiwa perampokan itu dan kini tengah melakukan penyelidikan.

“Penyelidikan sementara, pelaku ada dua orang. Saat kejadian, kades dan bendaharanya sedang bayar utang di toko bangunan itu. Kita dalami lagi dengan memeriksa saksi dan melihat rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian,” ujar dia.

Atas kejadian ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengenai standar operasional prosedur (SOP) pengamanan saat perangkat desa melakukan pencairan dana dari bank. Menurutnya, besarnya jumlah pencairan mengundang niat orang lain untuk melakukan tindakan kriminal seperti perampokan apabila tidak dilakukan pengamanan.

“Kita koordinasi dulu dengan pemerintah daerah. Pihak kepolisian tentunya siap membantu untuk meminimalisir risiko aksi kriminal. Juga untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi ke depannya,” Imbuhnya. (Jun)

Check Also

Mayoritas Penderita HIP Di Aceh, Bukan Dari Kalangan PSK

ACEH, NusantaraPosOnline.Com-Penderita Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) biasanya identik dengan Pekerja Seks Komersial …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *