godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , Januari 22 2021
Home / Investigasi / Perencanaan Proyek Gedung Rawat Inap RSUD Ploso Bermasalah, Penyusunan HPS Diduga Abal-Abal
Proyek pembangunan gedung rawat inap 2 lantai RSUD Ploso Jombang. Minggu (4/8/2019)

Perencanaan Proyek Gedung Rawat Inap RSUD Ploso Bermasalah, Penyusunan HPS Diduga Abal-Abal

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek pembangunan gedung rawat inap RSUD Ploso, Kabupaten Jombang Jawa Timur, yang dibiayai dari APBD II tahun 2019 sebesar Rp 9,4 milyar, menjadi sorotan Lsm Aliansi Rakyat anti korupsi (Lsm Arak). Pasalnya proyek yang berada dalam pengawasan TP4D Kejaksaan Negeri Jombang ini, perencanaan proyek tersebut diduga abal-abal.

Yang lebih parah lagi Pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam menjalankan tugasnya menyusun Pagu anggaran, dan Harga perkiraan sendiri (HPS) proyek juga diduga mengunakan data abal-abal, tidak berdasarkan survai harga dipasaran.

Koordinator Lsm Aliansi rakyat anti korupsi (Lsm Arak) Safri Nawawi SH, ia mengatakan perencanaan proyek tersebut diduga dilakukan secara abal-abal tidak berdasarkan keahlian dan disiplin ilmu yang benar.

“Faktanya dilapangan prokyek belum apa-apa pengerjaanya sudah molor hampir dua pekan belakangan ini. Yang disebabkan karena pengerjaan pemasangan tiang pancang gedung berlantai II tersebut belum bisa dilaksanakan, lantaran spesifikasi yang ditentukan dalam perencanaan tidak ada dipasaran.” Ujar Safri. Minggu (4/8/2019).

Menurut Safri, informasi yang kami terima dalam dokumen perencanaan spesifikasi tiang pancang ditentukan mengunakan mutu beton K 225 panjang 10 meter, ternyata barangnya tidak ada dipasaran. Kemudian dilakukan perubahan dokumen proyek dirubah menjadi mutu beton K 600 panjang 18 meter.

“Jadi ini menunjukan ada indikasi bahwa perencanaan proyek tersebut abal-abal. Akibat dari perubahan spesifikasi tiang pancang tersebut, pasti akan menambah biaya. Lalu akan diambaikan dari pos anggaran pekerjaan yang mana. Kalau akan menambah anggaran lagi dari APBD ini namanya konyol. Bupati harus berani memberi sangsi tegas dan transparan terhadap konsultan perencana, jangan diselesaikan dengan kong-kalikong.” Katanya.

Nah kalau perencaannya abal-abal penyusunan HPS proyek oleh PPK juga hampir dipastikan juga abal-abal, mengunakan data yang ngawur bukan berdasarkan hasil survai harga di pasaran, karena tiang pancang, yang ditentukan dalam dokumen perencanaan adalah tiang pancang mutu beton K 225 panjang 10 meter, padahal tiang pancang K 225 tidak ada dipasaran.

“Saya tegaskan hampir bisa dipastikan PPK mengunakan data abal-abal dalam menyusun HPS. Logikanya adalah bagaimana mungkin PPK bisa menentukan nilai HPS padahal barang (tiang pancang K 225) tidak ada dipasaran. Sedangkan PPK dalam menyusun HPS harus berdasarkan pada hasil survai harga.

Jadi patut diduga PPK melakukan perbuatan melawan hukum, menyalah gunakan jabatan, karena menyusun HPS tidak berdasarkan aturan, atau survai harga dipasaran.” Tegas Safri.

Safri menegaskan, karena perencanaan bobrok, dan penyusunan HPS diduga tidak didasarkan survai harga, jadi harga kontrak yang dibuat oleh PPK dengan PT Anggaza widya ridha mulya (PT AWRM), selaku pelaksana (pemenang lelang) juga layak dicurigai ada kerugian negara.

“Kalau dari awal perencanaan sudah bobrok, dan penyusunan HPS tidak didasari hasil survai harga dipasaran. Kalau kontrak proyek ini antara PPK dan PT AWRM dilanjutkan tidak menutup kemungkinan ada potensi kerugian negara.” Ucap Safri.

Safri menyebutkan sejak dalam kandungan (perencanaan dan penyusunan HPS) proyek ini sudah cacat. Nanti lahirnya proyek ini juga kemungkinan akan cacat.

“Kami berharap TP4D Kejaksaan dan Bupati Jombang, mengambil sikap tegas terhadap konsultan perencana, dan PPK. Jangan cuman rekomendasi yang diberikan (hanya) perbaikan, tapi perlu tindakan tegas. Menginngat anggaran yang digunakan untuk membangun adalah APBD yang dikumpulkan dari keringat rakyat.” Ujarnya.

Terkait hal tersebut PPK kegiatan pembangunan gedung RSUD Ploso Eko Purwanto,  saat hendak di mintai konfermasi ia sedang tidak di kantor.

Dari pantauan dilapangan, hingga berita ini diturunkan meski sudah ada perubahan perencanaan yaitu tiang pancang dari spesifikasi K 225 dirubah menjadi K 600, namun hingga hari ini tiang pancang K 600 juga belum ada dilokasi proyek. Dan baru-baru ini pihak Kejaksaan negeri Jombang, terpantau sudah menurunkan tim kelokasi proyek, cuman belum diketahui secara pasti tidakan apa yang akan diambil oleh lembaga penegak hukum tersebut.

Untuk tahun ini RSUD Ploso mendapat anggaran Rp 14 milyar untuk bangunan fisik yang dibagi menjadi empat titik pembangunan, dilokasi yang sama. Pertama untuk pembangunan rawat inap sebesar Rp 9.481.900.000, gedung instalasi gizi sebesar Rp 1.310.500.000, pembagunan gedung instalasi farmasi sebesar Rp 1.458.217.000 dan kontruksi rawat inap lantai dua sebesar Rp 365.698.000.

Sumber dana tersebut juga berbeda-beda untuk pembangunan rawat inap dari APBD, pembangunan gedung intalasi gizi dan farmasi dari DAK, yang terakhir kontruksi rawat inap lantai II bersumber dana dari DBHCHT.

Pembangunan Baru Gedung / Instalasi RSUD Ploso – Pembangunan Gedung Rawat Inap (APBD – 648 m2), Pembangunan Gedung Instalasi Gizi (DAK – 180 m2), Pembangunan Gedung Instalasi Farmasi (DAK – 216 m2), Konstruksi Rawat Inap Lantai II (DBHCHT – 197.25m2 ).

Dari data LPSE Jombang, diketahui bahwa, proyek pembangunan tersebut mempunyai pagu anggaran sebesar Rp 14.388.500.000,00. Lelang dimenangkan ? PT. Anggaza Widya Ridha Mulya, dengan nilai kontrak Rp13.964.340.607,33.

Sebagai informasi, pada tahun 2018 lalu RSUD Ploso juga mengadakan dua kegitatan yakni  : Pembangunan proyek pengerjaan gedung CSSD (central starile supply department) senilai Rp 3,4 miliar, dan pembangunan gedung laboratorium dan rehab medik senilai Rp 845 juta. Pelaksanaan di lapangan juga bermasalah, penyelesaian molor juga terkendala perencanaan. Jadi pembangunan RSUD Ploso, tahun lalu juga bermaslah.  Bersambung (Rin)

Check Also

Proyek Gedung MAN 4 Denanyar Rp 5,5 M, Dikerjakan PT Cipta Prima Selaras Tanpa Papan Nama

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek Pembangunan Gedung Pusat Layanan Keagamaan Terpadu MAN 4 Jombang, yang berada Jl. KH. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!