godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , April 20 2021
Home / Investigasi / Perundingan Pabrik Limbah Plastik Dengan Warga Plosokerep Belum Ada Titik Temu
Suasana perundingan antara warga Desa Plosokerep, dengan pihak UD Kartika dan UD Artha Plastindo. Selasa (23/3/2021) malam.

Perundingan Pabrik Limbah Plastik Dengan Warga Plosokerep Belum Ada Titik Temu

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Perundingan antara perwakilan warga RT 4, RW 3, Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, dengan pihak pabrik limbah plastik UD (Usaha dagang) Kartika Plastik dan UD Artha Persada Plastindo, yang berlangsung di Balai Desa Setempat. Selasa (23/3/2021) malam, masih berjalan alot, belum ada titik temu.

Kedua belah pihak saling mempertahankan argumennya. Pihak warga menuntut adanya kompensasi dari dampak pabrik limbah plastik UD Kartika dan UD Artha Plastindo yang telah beroperasi 20 tahun lebih didesa mereka.

Sedangkan dari pihak UD Kartika dan UD Artha Plastindo belum bisa memenuhi tuntutan warga.

“UD Kartika sudah 20 tahun berdiri, Sedangkan UD Artha Plastindo, berdiri sekitar satu tahunan, perusahaan ini bergerak dibidang pengelolaan limbah plastik, diolah menjadi tali rafia. Sejak beroperasi perusahaan tak pernah memberikan CSR kepada warga sekitar pabrik. Padahal keberadaan pabrik ini sangat menganggu warga, karena limbahnya menimbulkan bau busuk. Dan pembuangan limbah pabrik telah mencemari sungai.  Oleh karena itu warga menuntut kompensasi dari perusahaan.” Kata Heru, perwakilan warga.

Heru menjelaskan, perundingan malam ini adalah perundingan kedua. “Perundingan pertama pada Kamis (18/3/2021) malam, warga menuntut pabrik ditutup, karena merugikan warga. Menangapi tuntutan warga, pihak pabrik berjanji akan memberikan kompensasi kepada warga sekitar pabrik yang terdampak. Dari pihak pabrik meminta warga membuat pengajuan kompensasi, kepihak UD Kartika dan UD Artha Plastindo.” Ujarnya.

Jadi pada perundingan malam ini, sambung Heru, warga mengajukan kompensasi Rp 150 juta per tahun. “Jumlah kompensasi yang diajukan tersebut adalah hasil musyawarah warga sekitar pabrik, yang terdampak limbah pabrik. Dan ada perinciannya.” Kata Heru.

Sementara itu, dari pihak UD Kartika dan UD Artha Plastindo, menawarkan kompensasi kepada warga sebesar Rp 50 juta hingga Rp 70 juta per tahun. “Warga mengajukan kompensasi Rp 150 juta per tahun, kami belum sanggup, warga menurunkan menjadi Rp 120 juta. Sementara saat ini kami menyangupi memberikan kompensasi sebesar Rp 70 juta per tahun. Karena pabrik UD Kartika bukan pabrik besar, sedangkan UD Artha Plastindo sudah tidak beroperasi lagi.”  Kata Andik, pemilik usaha, yang didampingi penasehat hukumnya Yosep.

Penasehat hukum UD Kartika dan UD Arta Plastindo, Yosep Beni Sembodo, mengatakan, perundingan malam ini belum ada kesepakatan antara warga dengan UD Kartika dan UD Artha Plastindo. “Tadi sudah disepakati akan ada pertemuan lagi hari Kamis 25 Maret 2021 mendatang, antara warga UD Kartika dan UD Artha Plastindo. Kami berharap pada pertemuan Kamis nanti ada solusi terbaik, antara warga dengan pabrik.” Kata Yosep.

Perundingan antara warga dan pihak UD Kartika dan UD Artha Plastindo ini, adalah merupakan usaha mediasi yang dilakukan oleh Pemerintah desa setempat.  Dan dihadiri Forkopincam Sumobito. (Rin)

Check Also

PT Bangun Perkasa Adhitama sentra Jombang, Didemo Warga

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Puluhan warga yang berasal dari tiga desa, yakni, Desa Manduro, Desa Pengampon, dan Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!