godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Desember 5 2021
Home / Nasional / Polisi Banting Mahasiswa, Kapolda Banten Dilaporkan Ke Propam Mabes Polri
Foto tangkapan nampak polisi membanting mahasiswa, pendemo saat terjadi demonstrasi di Kabupaten Tangerang, Banten pada Rabu (13/10/2021) lalu.

Polisi Banting Mahasiswa, Kapolda Banten Dilaporkan Ke Propam Mabes Polri

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Poros Mahasiswa Banten, melaporkan Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. pada Senin (18/10/2021) siang. 

Pelaporan tersebut didasari oleh insiden polisi yang membanting mahasiswa saat sedang demo di Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu.

Laporan yang dilayangkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Poros Mahasiswa Banten Mukhlas dengan nomor SPSP2/3726/2021/Bagyanduan. 

Ketua Umum Poros Mahasiswa Banten Mukhlas menyebutkan, pelaporan ini didasari atas pengulangan tindakan represif dan penyalahan prosedur saat pengamanan aksi.

“Tindakan represif dan penyalahan prosedur saat pengamanan massa aksi demonstrasi di Provinsi Banten yang terus berulang,” Kata Mukhlas kepada para wartawan. Senin (18/10/2021).

Menurut surat pengaduan tertulis, Rudy selaku Kapolda Banten diadukan atas dugaan ketidakprofesionalan perihal tindakan represif dan penyalahan prosedur saat pengamanan massa aksi demonstrasi di Provinsi Banten yang terus berulang. Surat ini ditandatangani oleh Brigpol Restu Sunardi.

Mukhlas menjelaskan, kejadian polisi membanting mahasiswa dalam unjuk rasa di hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke-389 pada Rabu (13/10) bukan peristiwa tunggal. Polisi menurutnya pernah melakukan tindakan represif dalam unjuk rasa mengenai Anggaran Perjalanan Dinas di DPRD Pandeglang pada 13 September lalu.

“Kemudian tindakan di luar Standar Operasional Prosedur (SOP) PROTAP NO 1 Tahun 2010 menyikapi massa yang berdemonstasi terjadi saat Aksi yang digelar menyambut HUT ke-21 Provinsi Banten, pada tanggal 4 Oktober 2021,” Kata Mukhlas melalui keterangan tertulisnya.

Pada laporan tesebut, Mukhlas melampirkan tangkapan layar dari sejumlah judul berita di media daring mengenai demonstrasi yang dinilai terdapat tindakan represif dan tindakan di luar SOP oleh polisi tersebut.  

Mukhlas menegaskan, laporan ini dibuat bertujuan agar tindakan serupa tidak terjadi di dikemudian hari, seluruh Indonesia. Tukasnya. (Bd)

Check Also

Parah, Perwira Polisi Booking Mahasiswi Cantik Rp 11 Juta, 2 Oknum Anggota Ikut Pesta Sabu Bareng

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Sebuah fakta baru diungkap oleh saksi seorang Mahasiswi cantik bernama Chinara Christine ia mengaku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!