godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , November 24 2020
Home / Nasional / Proyek E-KTP, 51% Belanja Riil, 49 % Dibagi-Bagi, Berikut Deretan Nama Yang Disebut Terima Uang
KORUPSI E-KTP : Berkas kasus dugaan korupsi proyek e-KTP setebal 24.000 diangkut ke Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Proyek E-KTP, 51% Belanja Riil, 49 % Dibagi-Bagi, Berikut Deretan Nama Yang Disebut Terima Uang

JAKARTA (NusantaraPosOnline.Com)- Dalam sidang dakwaan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Banyak nama yang disebut dalam surat dakwaan kasus tersebut kecipratan duit proyek e-KTP.

Puluhan anggota Komisi II DPR periode 2009-2014 disebut menerima fee dari uang yang dianggarkan dalam proyek e-KTP.

Dalam kasus tersebut, mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan , Irman, duduk di kursi terdakwa.

Saat dakwaan dibacakan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (9/3/2017). Terdapat sekira bulan Juli hingga Agustus 2010, DPR RI mulai melakukan pembahasan RAPBN TA 2011. Salah satunya soal anggaran proyek e-KTP.

Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku pelaksana proyek beberapa kali melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota DPR RI.

Lalu DPR RI menyetujui angaran Rp 5,9 triliun, dengan kompensasi Andi memberi fee kepada beberapa anggota DPR dan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

Akhirnya disepakati 51 persen dari anggaran digunakan untuk proyek, sementara 49 persen untuk dibagi-bagikan ke Kemendagri, anggota DPR RI, dan keuntungan pelaksana pekerjaan atau rekanan.

Dalam kasus ini, Irman didakwa memperkaya diri sebesar Rp 2.371.250.000, 877.700 dollar AS, dan 6.000 dollar Singapura.

Sementara itu, Sugiharto mendapatkan uang sejumlah 3.473.830 dollar AS.
Selain memperkaya diri sendiri, para terdakwa juga memperkaya orang lain. Berikut ini deretan daftar nama-nama yang ikut diperkaya berdasarkan dakwaan yang disusun jaksa KPK :

  • Gamawan Fauzi (saat itu Menteri Dalam Negeri) sejumlah 4,5 juta dollar AS dan Rp 50 juta.
  • Diah Anggraini (saat itu Sekretaris Jenderal Kemendagri) sejumlah 2,7 juta dollar AS dan Rp 22,5 juta.
  • Drajat Wisnu Setyawan (Ketua Panitia Pengadaan e-KTP) sejumlah 615.000 dollar AS dan Rp 25 juta.
  • Enam anggota panitia lelang, masing-masing sejumlah 50.000 dollar AS
  • Husni Fahmi sejumlah 150.000 dollar AS dan Rp 30 juta
  • Anas Urbaningrum sejumlah 5,5 juta dollar AS
  • Melcias Marchus Mekeng (saat itu Ketua Banggar DPR) sejumlah 1,4 juta dollar AS
  • Olly Dondokambey sejumlah 1,2 juta dollar AS
  • Tamsil Lindrung sejumlah 700.000 dollar AS
  • Mirwan Amir sejumlah 1,2 juta dollar AS
  • Arief Wibowo sejumlah 108.000 dollar AS
  • Chaeruman Harahap sejumlah 584.000 dollar AS dan Rp 26 miliar.
  • Ganjar Pranowo sejumlah 520.000 dollar AS
  • Agun Gunandjar Sudarsa selaku anggota Komisi II dan Badan Anggaran DPR RI sejumlah 1,047 juta dollar AS.
  • Mustoko Weni sejumlah 408.000 dollar AS
  • Ignatius Mulyono sejumlah 258.000 dolla AS
  • Taufik Effendi sejumlah 103.000 dollar AS.
  • Teguh Djuwarno sejumlah 167.000 dollar AS
  • Miryam S. Haryani sejumlah 23.000 dollar AS
  • Rindoko, NU’man Abdul Hakim, Abdul Malik Haramaen, Jamal Aziz, dan Jazuli Juwaini selaku Kapoksi pada Komisi II DPR RI masing-masing 37.000 dolla AS
  • Markus Nari sejumlah Rp 4 miliar dan 13.000 dollar AS
  • Yasona Laoly sejumlah 84.000 dollar AS
  • Khatibul Umam Wiranu sejumlah 400.000 dollar AS
  • M Jafar Hapsah sejumlah 100.000 doar AS
  • Ade Komarudin sejumlah 100.000 doar AS
  • Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapangara selaku direksi PT LEN Industri masing-masing mendapatkan sejumlah Rp 1 miliar
  • Wahyudin Bagenda selaku Direktur Utama PT LEN Industri sejumlah Rp 2 miliar
  • Marzuki Ali sejumlah Rp 20 miliar
  • Johanes Marliem sejumlah 14.880.000 dollar AS dan Rp 25.242.546.892
  • Sebanyak 37 anggota Komisi II yang seluruhnya berjumlah 556.000 dollar AS. Masing-masing mendapat uang berkisar antara 13.000 hingga 18.000 dollar AS
  • Beberapa anggota tim Fatmawati, yakni Jimmy IskandarTedjasusila Als Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Setyo, Benny Akhir, Dudi, dan Kurniawan masing-masing sejumlah Rp 60 juta
  • Manajemen bersama konsorsium PNRI sejumlah Rp 137.989.835.260
  • Perum PNRI sejumlah Rp 107.710.849.102
  • PT Sandipala Artha Putra sejumlah Rp 145.851.156.022
  • PT Mega Lestari Unggul yang merupakan holding company PT Sandipala Artha Putra sejumlah Rp148.863.947.122
  • PT LEN Industri sejumlah Rp 20.925.163.862
  • PT Sucofindo sejumlah Rp 8.231.289.362
  • PT Quadra Solution sejumlah Rp 127.320.213.798,36

 

Check Also

Jalan BBPJN VIII Rp 41,779 M Yang Dimenangkan PT Asri Jaya Dikerjakan PT Timbul Jaya Telan Korban Nyawa

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Lsm Aliansi rakyat anti korupsi (Lsm Arak) Jawa timur, menyebutkan kecelakaan lalu lintas di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!