godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , November 25 2020
Home / Nasional / Proyek Fiktif, KPK Tetapkan 5 Orang Tersangka Satu Diantaranya Dirut PT Waskita Karya
Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) dalam acara konferensi pers terkait penetapan tersangka kasus dugaan proyek fiktif pada BUMN PT Waskita Karya oyek

Proyek Fiktif, KPK Tetapkan 5 Orang Tersangka Satu Diantaranya Dirut PT Waskita Karya

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-KPK umumkan lima orang tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi Proyek fiktif pada BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

Salah satu diantarnya adalah Direktur Utama (Dirut) PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), Jarot Subana (JS), dan sebagaiman kita ketahui Jarot Subana  sebelumnya dijemput paksa penyidik KPK.

Ketua KPK Firli Bahuri menerangkan, atas dugaan tindak pidana korupsi proyek fiktif di Waskita Karya, telah merugikan uang negara kisaran Rp 202 miliar. Dugaan tindak pidana korupsi tesebut, dengan modus proyek fiktif.

Firli menyebutkan kasus ini terjadi dalam periode 2009-2015 di Divisi III PT Waskita Karya Persero. Usai lakukan pemeriksaan kepada kurang lebih 155 orang saksi dan telah melakukan penyitaan barang bukti, maka KPK mendapatkan bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka.

“KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yang diumumkan pada tanggal pada 17 Desember 2018 lalu. Dua tersangka tersebut adalah Kepala Divisi II Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman (FR),  dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II Waskita Karya periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar (YAS).” kata Firli dalam konferensi pers virtual KPK. Kamis (23/7).

Firli mengtakan, pihak KPK telah temukan tersangka lima orang, pertama perkara ini berawal dari kontrak kerja fiktif yang terjadi di divisi dua PT Waskita Karya yang melibatkan tersangka Fathor Rachman dan Yuly.

“Namun dalam perkembangannya penanganan kasus ini, ditemukan keterlibatan tiga tersangka lain, yaitu Mantan Kepala Divisi III/Sipil/II Waskita Karya Desi Arryani (DSA), Dirut  PT Waskita Karya, Jarot Subana (JS), dan Mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, Fakih Usman (FU) .” Terangya.

Ia menyebutkan, untuk kepentingan penyidikan, kelima tersangka mulai hari akan dilakukan penahanan di rumah tahanan KPK.  “KPK akan melakukan penahanan lima tersangka selama 20 hari terhitung sejak tanggal 23 Juli 2020 sampai dengan tanggal 11 Agustus 2020.” Tuturnya.

Adapun DSA akan dilakukan penahanan di Rutan Polres Jakarta Selatan, JS di Rutan Polres Jakarta Timur, FU di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan di Pomdam Jaya Guntur, FR di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan di Gedung Merah Putih KPK, dan YAS di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Atas perbuatan kelima tersangka tesebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Karena masih masa pandemi Covid-19 maka kelima tersangka akan dilakukan isolasi mandiri lebih dahulu dalam rangka antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan bahwa, terkait  Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Fiktif Pada BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Penyidik KPK melakukan penjemputan paksa terhadap Dirut PT Waskita karya atas nama JS.

Ali menyebutkan alasan KPK terpaksa melakukan penjemputan paksa terhadap JS lantaran, yang bersangkutan tidak kooperatif dari panggilan yang dilayangkan KPK sebelumnya.

“Yam benar, penyidik KPK melakukan penjemputan paksa terhadap satu orang atas nama JS karena dinilai tidak koperatif dalam proses penyidikan kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Fiktif Pada BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk,” Kata Ali saat. Kamis (23/7). (bd)

Check Also

Kecipratan Rp 200 Juta Duit Ketok Palu Pengesahan APBD, Istri Gubernur Jambi Bakal Digarap KPK

JAMBI, NusantaraPosOnline.Com-Komisi pemberantasan korupsi (KPK) memastikan akan megarap Rahima, istri Gubernur Jambi Fachrori Umar. Pasalnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!