godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , April 20 2021
Home / Investigasi / Proyek Lapen Desa Pagerwojo Diduga Tidak Sesuai RAB Dan Diborongkan, Ini Kata Warga
Proyek jalan aspal lapen di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang, masih dalam pengerjaan. Didanai dari DD 2021 Rp 319.963.800, diduga bermasalah. Sabtu (27/3/2021)

Proyek Lapen Desa Pagerwojo Diduga Tidak Sesuai RAB Dan Diborongkan, Ini Kata Warga

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pekerjaan rehab jalan lapen (lapisan penetrasi) Dusun Ngemplak, Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang, diduga tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) proyek, tak hanya itu pekerjaan juga diborongkan.

Jalan aspal lapen tersebut sepanjang 850 meter x 3,5 meter dibiayai dari Dana Desa (DD) tahun 2021 sebesar Rp 319.963.800.

Agus, warga setempat, pelaksanaan proyek jalan lapen ini diduga dikerjakan tidak sesuai RAB proyek, karena pekerjaan tak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan dari DD.

“Saya ini ditunjuk langsung oleh PJ Kades sebagai Tim pengelola kegiatan (TPK) tapi tidak diberi SK oleh Kades, masalah sah atau tidaknya saya sebagai TPK saya kurang paham. Mungkin saya ini TPK abal-abal.” Kata Agus, saat ditemui dilokasi proyek. Sabtu (27/3/2021).

Agus mengaku, bahwa ia sudah pernah mengajukan kepada Kaur Perencanaan Pemdes Pagerwojo, bernama Arif, intinya ia bersama warga siap dan bisa mengerjakan proyek tersebut. Tapi oleh Kaur Perencanaan ditolak. Malah pekerjaan diborongkan kepada orang dari Kabupaten Nganjuk.

“Saya bersama warga bisa mengerjakan proyek ini. Kalau kita yang mengerjakan proyek, hasil pekerjaan bisa lebih dari 850 meter x 3,5 meter. Jadi bisa ada pengembangan, karena anggaranya besar yaitu Rp 319.963.800. Tapi malah yang ngerjakan pemborong dari Nganjuk.” Kata Agus.

Menurut Agus, pekerjaan jalan lapen ini terlalu banyak batinya (Keuntunganya) “Untuk pembangunan lapen seperti ini, paling hanya menghabiskan anggaran Rp 200 juta. Jadi ini terlalu banyak ambil keuntungan. Yang lebih parah lagi pengerjaan proyek ini tidak transparan.” Ujarnya.

Saya bersama warga, sudah beberapa kali minta RAB proyek ini, tapi tidak diberi. “Boro-boro kami diberi RAB. Kades dan Kaur perencanaan menunjukan (memperlihatkan) saja tidak bisa ke warga. Pernah sampai seperti mau berkelahi kami minta agar RAB diperlihatkan, tapi Kades dan Kaur perencanaan tidak bisa menunjukan RAB proyek ke warga. Jadi ini kan aneh RAB ini acuan untuk bekerja dilapangan tapi kenapa mereka tak bisa menunjukan RAB kewarga.” Sambung Agus.

Menurut Mukid, anggota Forum masyarakat desa Pagerwojo, mengatakan, sampai hari ini proyek jalan lapen diduga tidak ada RAB nya. “Kami bersama tokoh masyarakat sudah beberapa kali meminta RAB proyek ini, bahkan sempat ramai mau gegeran (mau berkelahi) tapi tidak pernah diberi, jangankan diberi RAB. Menunjukan (memperlihatkan) saja ke Warga, Pemdes tidak bisa. Warga dijanjikan hari ini (Sabtu 27/3/2021) akan diperlihatkan RAB proyek, tapi kenyataannya tidak ada.” Kata Mukid .

Mukid menjelaskan, warga curiga proyek ini diborongkan, untuk RAB dan Surat pertangung jawaban (SPJ) kegiatan, sekalian dibuat oleh pemborong. Mungkin oleh karena itulah Kades, dan Kaur perencanaan tidak bisa menunjukan RAB proyek.

“Seharusnya RAB adalah acuan pelaksanaan pekerjaan dilapangan. Jadi sangat tidak masuk akal kalau PJ Kades dan Kaur perencanaan tidak bisa menunjukan RAB proyek ke Masyarakat. Tak hanya itu kami curiga ada mar-up anggaran pada proyek ini. Karena pekerjaan dilapangan tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan.” Ujarnya.

Ia menambahkan, seharusnya proyek DD dikerjakan dengan cara swakelola dengan skema padat karya tunai, artinya pekerjaan dilakukan oleh warga setempat, sebagai wujud pemberdayaan kepada masyarakat. “Ini malah diborongkan kepada orang Nganjuk.” Ujar Mukid.

Dilokasi yang sama Rosid, warga setempat, ia juga mengaku diangkat langsung oleh Kades sebagai anggota TPK, tapi tidak ada SK. “Saya juga diangkat langsung oleh PJ Kades sebagai anggota  TPK tapi tidak ada SK.”   Kata Rosid.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Pagerwojo, Nasibudin, mengatakan, memang warga meminta RAB proyek ke Pemdes, tapi tidak diberi. “Kamis kemarin, Pemdes sudah kami tegor, sudah kami datangi kekantor desa, tapi tidak diberi RAB. PJ Kades berjanji hari ini akan diberi RAB. Saya kurang tahu tadi anggota BPD dan warga sudah menanyakan janji tersebut kepada PJ Kades, saya kurang paham, tadi hasilnya diberi atau tidak, karena saya masih ada acara keluarga diluar kota.” Kata Nasibudin, saat dihubungi melalui sambungan ponsel. Sabtu (27/3/2021).

Pj Kades Pagerwojo, Fathur Rozi, ketika dikonfirmasi, ia mengatakan semua pekerjaan saya serahkan ke TPK. “Semua pekerjaan sudah saya serahkan ke TPK, jadi coba temui TPK nya, atau ke Kaur perencanaan Arif.” Kata Fathur Rozi, melalui sambungan telpon seluler.

Kasi perencanaan Pemdes Pagerwojo, Arif, saat dihubungi melalui sambungan telpon selulernya, tapi tidak ada jawaban.

Hasil pantauan NusantaraPosOnline.Com dilapangan, sabtu siang (27/3/2021) proyek jalan lapen ini mulai dikerjakan hari selasa 23 maret 2021, dan diperkirakan progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 60 persen, dan saat ini sedang dalam pengerjaan. (Rin/why)

Check Also

PT Bangun Perkasa Adhitama sentra Jombang, Didemo Warga

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Puluhan warga yang berasal dari tiga desa, yakni, Desa Manduro, Desa Pengampon, dan Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!