godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , November 20 2019
Home / Pemerintah / Proyek Plengsengan Di Mojokerto Anggarannya ‘Dirahasiakan’ Belum Setahun Ambrol
Plengsengan kali Gembolo di dusun Guwo, Desa Jabon tengah, anggaranya yang “dirahasiakan” belum setahun selesai dibangun sudah hancur. Jum’at (24/5/2019).

Proyek Plengsengan Di Mojokerto Anggarannya ‘Dirahasiakan’ Belum Setahun Ambrol

MOJOKERTO, NusantraPosOnline.Com-Diduga berkualitas buruk bangunan plengsengan kali Gembolo di dusun Guwo, Desa Jabon tengah Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, belum setahun selesai dibangun sudah ambrol kedalam sungai.

Pantauan dilapangan, plengsengan sepanjang sekitar lima belas meter yang ambrol tersebut tepat berada di pangkal jembatan di dusun Guwa. Hal ini membuat jembatan dan tebing sungai Gembolo tanpa penyangga. Sehingga, sebagian tanahnya ikut ambrol.

Plengsengan kali Gembolo di dusun Guwo, Desa Jabon tengah, anggaranya yang “dirahasiakan” belum setahun selesai dibangun sudah hancur. Jum’at (24/5/2019).

Anehnya dari keterangan warga sejak dibangun tidak dipasang papan nama proyek dan prasasti, sehingga besarnya anggaran kegiatan, terkesan  sengaja dirahasiakan oleh Pemerintah desa setempat, untuk menghindari pengawasan langsung dari masyarakat.

Menurut Suharjo, warga setempat, bangunan plengsengan dibangun tahun lalu, tapi sekarang sudah ambrol. Ia mengaku tidak paham berapa anggaran proyek tersebut.

“Sejak dikerjakan sampai sekarang tidak dipasang papan nama proyek, dan prasastinya juga tidak ada. Anggaranya mungkin sengaja dirahasiakan, agar warga tidak bisa melakukan pengawasan. Jadi wajar rakyat curiga bahwa proyek tersebut tidak beres.padahal setiap proyek yang menggunakan Dana Desa wajib dipasang papan proyek dan prasasti.” Kata Suharjo. Jum’at (24/5/2019).

Plengsengan kali Gembolo di dusun Guwo, Desa Jabon tengah, anggaranya yang “dirahasiakan” belum setahun selesai dibangun sudah hancur. Jum’at (24/5/2019).

Menurut dia, buktinya plensengan belum setahun sudah hancut.

“Plengsengan  rusak bukan karena banjir, tapi karena mutu pekerjaan tidak bagus. Plengsengan anjlok terus ambrol. Pasangan batunya juga remuk. Kalau bangunan bagus tidak mungkin ambrolnya remuk. Remuk karena mortar (adonan luluh atau semen)  yang mengikat pasangan batu tidak kuat, makanya bangunan ambrol.” Kata dia.

Terkait hal tersebut, kami masih berusaha meminta klarifikasi Kepala Desa Jabon tengah. (bm)

Check Also

Pemkab Jombang Alokasikan Rp 18,985 Miliar Bantuan Bedah Rumah Khusus Warga Miskin

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), tahun anggaran 2019 ini mengalokasikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *