godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Mei 16 2021
Home / Investigasi / Puluhan Bangunan Kios Ditanah Aset Desa Menganto Diduga Ilegal
Bangunan kios dari kayu dan triplek yang dibangun tanpa izin desa. Kamis (28/1/2021)

Puluhan Bangunan Kios Ditanah Aset Desa Menganto Diduga Ilegal

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Sekitar 20 petak bangunan kios yang dibangun atas tanah milik aset Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Tepatnya di tepi jalan kabupaten didesa Menganto. Diduga dibangun tanpa izin, atau dibangun secara ilegal. 

Bangunan berkonstruksi kayu dan triplek itu dibangun di tepi jalan Kabupaten. Per kios itu masing-masing dibangun seluas sekitar 3 x 4 meter persegi.

Yang lebih parah lagi bangunan kios ilegal tersebut tepat berada didepan bangunan kios milik aset desa yang sudah ada sebelumnya. Akibatnya bagian depan kios milik aset desa ditutupi oleh bangunan kios dibangun secara ilegal.

Koordinator pembangunan kios Mamak (kaos hitam).

Menurut AN warga setempat, mengatakan pembangunan puluhan kios tersebut ada orang yang mengkoordinir, setiap warga yang ingin punya kios di situ (tanah aset desa) diminta membayar Rp 4 juta. Uang Rp 4 juta tersebut, untuk beli bahan material seperti kayu, triplek, dan atap asbes, atau seng.

“Jadi dengan Rp 4 juta, bisa punya kios disana. Padahal tanah yang ditempati untuk membangun, adalah tanah aset desa Menganto. Pembangunan tersebut tidak melalui izin didesa, dan tidak ada rapat didesa. Ada oknum, warga yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Seharusnya minimal harus izin Pemdes, dan dirapatkan didesa. Sementara Kades Menganto, terkesan tidak berani menindak, oknum warga tersebut. Padahal lokasi bangunan jaraknya tidak jauh dari kantor Kades Menganto.” Kata AN. Kamis petang (28/1).

AN juga menyayangkan, karena bangunan kios yang dibangun sembarangan, tersebut menutupi bangunan kios milik desa. “Bangunan kios milik aset desa ketutupan bangunan puluhan kios ilegal. Seharusnya ini tak dibiarkan, harus ditindak tegas.” Ucap AN.

Nampak bangunan kios milik Pemdes Menganto (pintu harmonika warna hijau), dan didepanya bangunan kios dari kayu dan triplek yang dibangun tanpa izin desa.

 Sementara itu menurut, Mamak, orang yang mengaku sebagai koordinator pembangunan kios, ia mengakui bahwa tanah yang ditempati untuk membangun 20 kios tersebut adalah tanah aset desa Menganto. “Jumlah kios yang dibangun sebanyak 20 petak, dan benar ini tanah aset desa. Pembangunan inikan berdasarkan kemauan warga, jadi kami tidak mengurus izin kedesa (Pemdes Menganto).” Kata Mamak, ditemui di lokasi pembangunan.

Mamak menjelaskan, untuk satu kios, memang ditarik biaya Rp 4 juta, uang tersebut untuk membeli bahan-bahan material, untuk membangun kios. Ujarnya.

 Kades Menganto, Yunus Ardiansyah Spd, beberapa kali dimintai konfermasi, dikantornya ia tidak ada ditempat. (Why)

Check Also

Program PTSL Dari Jokowi, Diduga Jadi Ajang Pungli Pemdes Kedunggede Mojokerto

MOJOKERTO, NusantaraPosOnline.Com-Ratusan warga di Desa Kedunggede, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto Jawa timur, diduga menjadi korban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!