godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Kamis , Februari 25 2021
Home / Agama / Sekjen MUI Mengecam Cara Oknum Polisi Tangani Unjuk Rasa Sepeti Zaman Kolonial
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas

Sekjen MUI Mengecam Cara Oknum Polisi Tangani Unjuk Rasa Sepeti Zaman Kolonial

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengecam tindakan represif dari oknum Polisi kepada sejumlah peserta demo dan juga jurnalis pada aksi unjuk rasa demonstrasi menulak UU Cipta Kerja, baru-baru ini.

Anwar Abbas mengaku, tindakan represif itu mengingatkannya pada masa penjajahan Belanda. “Cara-cara yang gunakan oleh sejumlah oknum polisi yang memperlakukan rakyat dengan semena-mena pada demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja,  fenomena ini mengingatkan saya kepada masa penjajahan Belanda,” kata Anwar dalam pesan tertulis, kepada wartawan. Sabtu (10/10/2020).

Di mana masa penjajah Belanda, kata dia, dengan beringas, kasar, serta dengan tidak mengenal rasa perikemanusiaan sedikit pun memukul menendang dan menginjak-injak orang pribumi yang menentang dan memprotes kebijakan yang dibuat oleh pemerintah kolonial. Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan untuk membungkam kelompok pribumi agar cengkraman kekuasaan sebagai penjajah di negeri ini semakin lebih kuat lagi.

“Tapi kalau yang melakukan hal seperti itu adalah oknum Polisi yang setiap bulannya kita bayar gajinya dengan uang rakyat, pertanyaan saya adalah ke mana nasionalisme dan hati nurani mereka?” ujarnya.

Dia pun mempertanyakan realisasi sila-sila dari Pancasila yang sering negara ucapkan setiap upacara ataupun kegiatan-kegiatan formal. Terutama pada sila keduanya yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Anwar memprtanyakan mengenai kesadaran oknum Polisi bahwa yang mereka hadapi sejatinya adalah rakyat Indonesia yang menuntut hak-haknya dalam aspirasi yang diajukan.

Bahkan para demonstran, lanjut dia, adalah anak-anak bangsa yang secara konstitusional dijamin oleh UUD 1945 untuk menyampaikan pandangan dan sikapnya. Termasuk untuk mengkritisi kebijakan dan keputusan pemerintah yang mereka nilai mengancam dirinya, lingkungan, dan masyarakat luas.

“Lalu mengapa tindakan dan perlakuan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan Pancasila serta perikemanusiaan itu mereka lakukan  terhadap para demonstran tersebut? Apakah mereka tidak punya hati dan perasaan? Di mana kalau tindak kekerasan dan kebiadaban itu menimpa istri dan anak-anak serta keluarga besar mereka? Apakah mereka bisa menerimanya? Tentu saja tidak, kan?” kata Anwar yang juga Ketua PP Muhammadiyah ini.

Oleh karena itu dia mengimbau kepada pihak Kepolisian atau kepada siapa pun di negeri ini agar dalam bertindak dan menindak rakyat dilakukan terukur. Jangan sampai karena kemarahan dan kebencian kepada para demonstran atau kepada siapa saja, lalu hal itu dijadikan alasan baginya berlaku tidak adil terhadap mereka.

Dia pun mengingatkan kepada polisi agar jangan menyamakan  para demonstran tersebut seperti musuh dalam medan peperangan. Menurutnya, para demonstran itu adalah saudara-saudaranya sendiri yang sebangsa dan setanah air dan  yang sama-sama mencintai bangsa dan negeri ini.

“Oleh karena itu kita benar-benar tidak bisa menerima para   demonstran yg mereka pukul tersebut sudah menyerah dan minta-minta ampun, tapi  masih saja terus dihajar sehingga siapapun yang melihatnya tentu akan tersayat-sayat rasa kemanusiaan dan hati nuraninya,” Imbuhnya. (bd)

Check Also

Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Fitri Jatuh Pada Minggu 24 Mei 2020

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Pemerintah melalui Kementrian Agama menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!