Seragam Sekolah Mahal, Program TisTas Khofifah Dipertanyakan DPRD Jatim

FOTO : Ilustrasi Program TisTas Khofifah dipertanyakan DPRD Jatim.

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Problem seragam sekolah AMA /SMK di Provinsi Jawa timur (Jatim) kini tengah menjadi perbincangan hangat para orang tua murid. Sebab, sebelumnya sempat viral aksi protes terkait kebijakan sekolah yang meminta seluruh Wali Murid membeli seragam di sekolah yang dinilai harganya cukup mahal, jika dibanding dengan harga di pasaran. Kenapa hal itu bisa terjadi?

Hal ini membuat anggota Komisi E DPRD Jatim Mathur Husyairi mempertanyakan Program Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas).

Sebab program itu,  adalah janji politik yang dicanangkan oleh Khofifah Indar Prawansa bersama Emil Elesitanto Dardak saat mencalonkan diri sebagai Gubernur Jatim- Wagub Jatim silam.

Mathur menyoroti keberlangsung program TisTas yang tidak berjalan mulus. Sebab dirinya dan anggota Komisi E lain masih mendapat aduan soal harga seragam mahal hingga sekolah yang meminta pungutan dalam bentuk infaq kepada siswanya.

Menurut politisi PBB itu, program TisTas seharunya bisa diimplementasikan lewat pengadaan seragam gratis untuk siswa SMA/K negeri di Jatim. Melalui alokasi anggaran dari APBD Jatim.

“APBD kita setiap tahun Rp31 triliun. Dan serapannya selalu rendah, bahkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) mencapai Rp4 triliun setiap tahunnya,” kata Mathur di Gedung DPRD Jatim, Senin (31/7/2023).

Selain itu, Mathur dan sejumlah anggota Komisi E lainnya juga sependapat kalau untuk mengatasi polemik seragam mahal ini tidak perlu sampai untuk menghentikan penjualan seragam secara sementara waktu.

Apalagi Khofifah justru merespons polemik seragam mahal itu, dengan mengancam mencopot kepala sekolah hingga Kepala Cabang Dindik Jatim.

“Untuk menjawab keresahan masyarakat kemarin itu bukan dengan mecatin kepala sekolah atau nakut-nakutin kayak Kacabdin. Coba bilang, mohon maaf ke masyarakat Jatim. Tahun depan saya bayar itu seragam gratis dengan APBD’,” ujar Mathur.

Komisi E DPRD Jatim, lanjut Mathur, bakal mendukung supaya program seragam gratis itu masuk di RAPBD Jatim tahun anggaran 2024, yang tengah dibahas di Badan Anggaran (Banggar).

“Kami akan dukung di banggar. Baru kami putuskan bahwa TisTas ini benar-benar dilaksanakan oleh gubernur. Keberpihakan kepada masyarakat Jatim, ya ayo dibuktikan,” ujarnya.

Senada dengan Mathur, Artono anggota Komisi E yang lain juga melihat program TisTas masih belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Program TisTas harus betul betul sempurna dilaksanakan. Program TisTas ini nyaris susah diwujudkan,” ucapnya.

Sementara itu Aries Agung Paewai Kadindik Jatim pun bakal menampung sejumlah usulan dari sejumlah dewan tadi, dan dijadikan bahan evaluasi.

Namun terkait program seragam gratis pda tahun 2024, Aries berpendapat kalau untuk mewujudkan keinginan itu masih harus melihat kemampuan fiskal Jatim.

Kata Aries pihaknya meminta kepada sekolah supaya memberi seragam gratis kepada siswa yang tidak mampu dengan cara menunjukkan kartu miskin.

“Kalau fiskal kita mencukupi dan memang bisa membantu anak siswa kita, kenapa tidak (memberikan seragam gratis). Itu keinginan kita,” Ujarnya. (Ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!